Kembalikan Martabat Bangsa dalam Bergerak, Muhammad Akbar: Benahi Angkutan Umum

Kembalikan Martabat Bangsa dalam Bergerak, Muhammad Akbar: Benahi Angkutan Umum

NYALANUSANTARA, Jakarta- Selama satu dekade terakhir, wajah transportasi kota dan desa di Indonesia mengalami perubahan besar. Ojek online hadir sebagai jawaban atas keterbatasan layanan angkutan umum. Praktis, fleksibel, dan menjangkau hingga gang sempit. 

Namun kehadiran mereka, menurut Pemerhati Transportasi Muhammad Akbar, juga menandai satu hal penting yakni anggaran, perhatian, dan perencanaan terhadap transportasi umum kita tidak berjalan semestinya.

Ia mengungkapkan tak banyak yang sadar bahwa di balik helm hijau dan jaket aplikasi, banyak pengemudi ojol adalah sopir profesional. "Dulu mereka mengemudikan angkot, angkudes, atau bus AKDP. Kini, karena sistem transportasi formal yang mati suri, mereka beralih ke sektor yang informal dan penuh ketidakpastian," ucapnya.

Muhammad Akbar menandaskan jika kita benar-benar ingin membangun Indonesia yang terhubung dan berkeadilan, maka pembenahan angkutan umum dari hulu ke hilir adalah keharusan. 

Menurutnya hal itu bukan sekadar urusan trayek atau terminal, melainkan menyangkut Integrasi antarmoda di tiap kota dan kabupaten, Penataan sistem, rute, dan insentif bagi operator lokal, serta Re-skilling dan rekrutmen kembali para pengemudi angkutan yang selama ini tersingkir.

Pembenahan sistem transportasi nasional ini, tukas Muhammad Akbar mencakup angkutan perkotaan, pedesaan, perintis, dan penghubung antarwilayah. "Bukan hanya di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, tetapi hingga pelosok negeri yang selama ini hanya mengandalkan ojek, pick-up, atau truk bak terbuka," tegasnya.

Bila hal itu dijalankan dengan sungguh-sungguh maka lalu lintas akan lebih tertib, ketergantungan pada ojol sebagai solusi utama akan berkurang, pengemudi lama bisa kembali ke profesinya dengan bangga, dan masyarakat, pada akhirnya, akan mendapatkan hak dasar mereka: akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini