KTT Asia ke-5 Bahas Kolaborasi Global dalam Inovasi Kesehatan di Hong Kong
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia tentang Kesehatan Global ke-5 resmi dibuka pada Senin (26/5), menghadirkan lebih dari 2.800 pakar dan tokoh industri dari sekitar 40 negara dan wilayah.
Acara ini digelar secara hybrid oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong dan Dewan Pengembangan Perdagangan Hong Kong, dengan tujuan menggali peluang baru di sektor teknologi medis. Kepala Eksekutif SAR Hong Kong, John Lee, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan Hong Kong sebagai pusat internasional inovasi kesehatan dan teknologi medis.
Upaya ini akan memanfaatkan kekuatan unik kota tersebut di bawah kerangka "Satu Negara, Dua Sistem". Dengan tema “Membina Kolaborasi Global untuk Masa Depan Bersama”, KTT menitikberatkan pada tantangan kesehatan kontemporer, seperti penyakit kronis dan penuaan populasi. Dalam sambutannya, Lee menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah pusat telah memperkuat posisi Hong Kong dalam pengembangan riset ilmiah dan teknologi medis.
Ia juga menyebutkan bahwa Institut Uji Klinis Internasional Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area) telah beroperasi di Hong Kong Science Park, berkolaborasi dengan dua fakultas kedokteran lokal. Hong Kong juga berkomitmen untuk membangun sistem regulasi yang diakui secara global untuk produk farmasi dan alat kesehatan, termasuk skema persetujuan obat baru “1+”, yang bertujuan meningkatkan efisiensi proses dan menarik lebih banyak inovasi global.
Cao Xuetao, Wakil Kepala Komisi Kesehatan Nasional China, menekankan keunggulan kompetitif Hong Kong dalam bidang kesehatan, meliputi lokasi strategis, infrastruktur modern, kapasitas riset yang kuat, dan lingkungan bisnis berskala global.
Ia menyatakan bahwa pengembangan Kawasan Teluk Besar turut memberikan dorongan besar bagi pertumbuhan sektor kesehatan di Hong Kong dan kawasan Asia secara luas. Dalam pesan video, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan kerja sama antarnegara untuk mengatasi krisis kesehatan global dan mendorong terwujudnya dunia yang lebih sehat, aman, dan berkeadilan melalui kolaborasi multilateral.
Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian utama dari rangkaian Pekan Perawatan Kesehatan Internasional ke-4. Rangkaian ini juga mencakup Pameran Medis dan Perawatan Kesehatan Internasional Hong Kong ke-16, yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari 13 negara dan kawasan.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Surakarta- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno…
NYALANUSAATARA, JAKARTA- Pemerintah Hong Kong dan Kuwait mengambil langkah…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Satbrimob Polda Jateng terus menunjukkan…
NYALANUSANTARA, Semarang - 540 mahasiswa Universitas Negeri Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Lapas Kelas I Semarang turut…
NYALANUSANTARA, KUNMING- Baru-baru ini, 1,5 ton alpukat segar yang…
Episode keempat musim ketiga Jujutsu Kaisen adalah sebuah…
Di awal abad ke-20, seorang gadis Jepang penuh…
Border 2, sekuel dari film klasik karya J.P.…
Industri film horor Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya lewat…
Film Primate hadir tanpa ambisi berlebihan. Sejak awal,…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- PT Kawasaki Motor Indonesia resmi menghadirkan dua…
Komentar