Balita Terkunci dalam Mobil di Lamongan, Petugas Damkar Berhasil Lakukan Evakuasi Dramatis

Balita Terkunci dalam Mobil di Lamongan, Petugas Damkar Berhasil Lakukan Evakuasi Dramatis

NYALANUSANTARA, LAMONGAN- Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kota Lamongan ketika seorang balita secara tidak sengaja terkunci di dalam mobil yang masih menyala. Peristiwa tersebut memicu kepanikan, hingga akhirnya tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan turun tangan melakukan evakuasi.

Kejadian ini berlangsung pada Minggu (3/8), sekitar pukul 17.30 WIB, di kawasan Pasar Rakyat Sidomulyo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu keluarga tengah melakukan perjalanan menggunakan mobil bernomor polisi N 1985 MF untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Saat sang ibu sedang belanja, anak balita mereka yang tengah tertidur ditinggal di dalam mobil bersama sang ayah. Namun, karena ingin merokok, sang ayah keluar dari kendaraan dan tanpa sadar meninggalkan anaknya di dalam mobil dalam kondisi mesin masih menyala.

Setelah selesai merokok, sang ayah baru menyadari bahwa mobil telah terkunci otomatis dengan sang anak yang masih terlelap di dalam. Kepanikan pun melanda. Upaya membuka pintu secara manual tidak berhasil, hingga akhirnya keluarga memanggil bantuan dari Damkar Lamongan.

“Kami menerima laporan dan langsung menuju lokasi. Awalnya kami coba membuka pintu bagian tengah dan depan, tapi gagal. Bahkan sempat akan memecahkan kaca, namun tidak diizinkan oleh pemilik mobil,” kata Iksan, salah satu petugas Damkar yang terlibat dalam evakuasi.

Situasi makin menegangkan karena sang anak mulai menangis histeris, dan sang ibu khawatir balitanya mengalami keracunan udara dari pendingin mobil. Namun berkat pendekatan persuasif dari petugas, anak tersebut akhirnya bisa ditenangkan.

Tim Damkar kemudian mencoba mengarahkan si anak untuk membuka kunci pintu dari dalam. Setelah hampir satu jam sejak petugas datang, sekitar pukul 18.30 WIB, sang anak berhasil membuka pintu bagian sopir. Ia pun segera dievakuasi dalam kondisi selamat, meski tampak trauma dan tubuhnya bergetar karena terlalu lama menangis.

“Waktu itu kami hanya bisa mencoba menenangkan dan memberi arahan agar si anak membuka kunci pintu depan,” lanjut Iksan.

Menanggapi kejadian tersebut, Suwanto selaku Koordinator Wilayah Damkar Lamongan mengimbau agar para orang tua lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anak, terutama saat berada di dalam kendaraan.

“Kasus seperti ini memang jarang terjadi, tapi sekali saja lalai bisa berakibat fatal. Ini menjadi pelajaran penting bagi semua orang tua,” tegasnya.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini