Menuju Zero Leprosy, DKK Brebes Adakan Pendampingan Percepatan Eliminasi Kusta
NYALANUSANTARA, Brebes– Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Brebes menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Percepatan Eliminasi Kusta di kabupaten tersebut pada Minggu, 25 Agustus 2025, bertempat di Gedung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Brebes.
Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya strategis untuk mempercepat eliminasi kusta di Kabupaten Brebes menuju target zero leprosy pada tahun 2030.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan dr Adhi selaku Kasubdit, bersama dengan para petugas kesehatan dari 38 Puskesmas se-Kabupaten Brebes, kader kesehatan desa, dan stakeholder terkait dalam program.
Untuk diketahui Kabupaten Brebes merupakan salah satu dari lima daerah pilot project penanganan kusta di Indonesia yang menyumbang 10% dari kasus kusta nasional. Sebagai daerah endemis kusta yang menempati peringkat kedua kasus terbanyak di Jawa Tengah, Brebes memerlukan pendampingan intensif untuk mempercepat program eliminasi kusta. Sedangkan saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam temuan kasus kusta baru setelah India dan Brasil, dengan 14.698 kasus baru tercatat pada tahun 2023. Hal ini menjadikan program eliminasi kusta sebagai prioritas nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2025.
Narasumber utama kegiatan itu Dr dr Renni Yuniati SpDVE Sub SpDT FINSDV FAADV MH yang merupakan pakar dermatologi dan venereologi dengan spesialisasi dalam penanganan penyakit kusta. dr Renni menyampaikan materi tentang strategi terintegrasi menuju zero leprosy 2030.
dr Renni Yuniati juga menyampaikan pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting dalam percepatan eliminasi kusta, antara lain pemahaman Komprehensif tentang Kusta, definisi dan karakteristik penyakit kusta, cara penularan dan masa inkubasi, gejala dan tanda kardinal kusta, jenis-jenis kusta berdasarkan spektrum klinis, strategi Global WHO "Towards Zero Leprosy" 2021-2030, empat pilar strategi eliminasi kusta, dan target zero infection, zero disability, zero stigma.
Selain itu pendampingan itu juga mencakup integrasi dengan Sustainable Development Goals, Program Eliminasi Kusta Indonesia, Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kusta 2023-2027, Integrasi dengan program Skin-NTDs, Kerja sama global dengan WHO, Sasakawa Health Foundation, dan Oxford University, Metode Pendampingan dan Pelatihan, Kemoprofilaksis kusta dengan pemberian rifampisin, Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) P2 Kusta dengan metode Blended Learning, Program Kampung Siaga Kusta, Pendampingan teman sebaya (peer support), Leprosy Friendly Village (LFV) Approach, Implementasi Program di Brebes, Penguatan sistem surveilans epidemiologi, Pelatihan petugas Puskesmas, Pemberdayaan kader kesehatan desa, serta Monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pemerintah memastikan iuran BPJS Kesehatan akan mengalami…
Terkini
NYALANUSANTARA, SEOUL- Drama terbaru KBS 2TV To My Beloved…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JEJU- Drama komedi terbaru tvN Undercover Miss Hong…
NYALANUSANTARA, Purbalingga - Upaya penanganan bencana alam hidrometeorologi…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah tegas soal…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALAUSANTARA, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk terus…
NYALANUSANTARA, Kendal– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan seluruh…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Sragen- Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen,…
Komentar