Ulasan Janur Ireng: Prekuel Brutal yang Memperdalam Kutukan Sewu Dino

Ulasan Janur Ireng: Prekuel Brutal yang Memperdalam Kutukan Sewu Dino

Janur Ireng resmi memperluas semesta horor Sewu Dino dengan pendekatan yang jauh lebih gelap, sadis, dan emosional. Disutradarai Kimo Stamboel, film ini tak sekadar menjadi pelengkap, tetapi berdiri kuat sebagai film horor mandiri yang tetap ramah bagi penonton baru.

Rumah Megah, Ritual Terlarang

Cerita mengikuti Sabdo (Marthino Lio) dan Intan (Ratu Rafa), kakak-beradik korban tragedi kebakaran yang kemudian tinggal di rumah sang paman, Arjo Kuncoro (Tora Sudiro). Alih-alih menjadi tempat perlindungan, rumah megah itu justru menyimpan teror ritual gelap dan rahasia keluarga yang mengerikan. Perlahan terungkap bahwa keberadaan Sabdo dan Intan melanggar hukum alam dan membawa ancaman besar.

Horor Tanpa Rem

Kimo Stamboel kembali ke akar horor ekstremnya. Jumpscare keras, visual gore eksplisit, dan atmosfer kelam hadir sejak awal tanpa kompromi. Rating 17+ terasa sepenuhnya relevan. Dibanding Sewu Dino yang lebih lambat dan atmosferik, Janur Ireng tampil lebih frontal dan brutal.

Tora Sudiro Tampil Mengejutkan

Transformasi Tora Sudiro menjadi antagonis dingin dan bengis menjadi kejutan terbesar film ini. Ia meninggalkan persona komedinya dengan meyakinkan. Akting Marthino Lio dan Ratu Rafa juga solid, terutama dalam membangun konflik emosional kakak-adik yang tragis.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini