Ulasan Retro, Film Terbaru Suriya dan Pooja Hegde
Retro, yang dibintangi Suriya dan disutradarai oleh Karthik Subbaraj, menciptakan banyak perbincangan dengan materi promosinya. Film besar ini kini telah dirilis di bioskop dalam berbagai bahasa, termasuk Telugu. Berikut ulasan kami untuk mengetahui bagaimana hasilnya.
Tilak (Joju George) adalah seorang gangster terkenal yang terlibat dalam penyelundupan. Anak angkatnya, Paarivel Kannan (Suriya), jatuh cinta pada Rukmini (Pooja Hegde) dan memutuskan untuk meninggalkan masa lalu kriminalnya, ikatan keluarganya, dan kehidupan lamanya untuk mengejar kedamaian. Namun Tilak mengejar entitas misterius yang disebut 'Ikan Emas', dan hanya Paarivel yang tahu keberadaannya. Setelah ditangkap, Paarivel melarikan diri dari penjara dengan bantuan anak buah Raja Michael (Vidhu). Apa yang terjadi selanjutnya adalah perjalanan yang mengungkap motif Paarivel untuk melarikan diri, niat di balik dukungan Vidhu, dan tindakan ekstrem yang dilakukan Tilak dalam obsesinya dengan Ikan Emas. Jawaban-jawaban ini membentuk inti narasi.
Poin Plus:
Suriya memberikan penampilan yang berdedikasi, tampil dalam berbagai penampilan yang sesuai dengan alur cerita. Ia meyakinkan dalam momen-momen penuh aksi dan menghadirkan intensitas pada adegan-adegan emosional utama.
Pooja Hegde tampil anggun di layar. Meski karakternya penting bagi alur cerita, ia tidak mendapat banyak kesempatan untuk menunjukkan potensi aktingnya.
Joju George tampil cukup baik dalam batasan perannya. Vidhu tampil mengesankan sebagai antagonis yang tidak terduga, menambah ketegangan di babak selanjutnya.
Beberapa adegan aksi dieksekusi dengan baik, dan adegan satu adegan sebelum dan sesudah lagu Kannamma patut disebutkan. Yang lebih menonjol, musik Santhosh Narayanan mengangkat banyak adegan, menambah energi dan beban emosional. Pemeran pendukung tampil dengan cukup baik.
Poin Minus:
Ceritanya mencoba menggabungkan beberapa genre, romansa, aksi, dan lain-lain, tetapi tidak memiliki arah yang jelas. Dimulai sebagai kisah cinta, beralih menjadi drama kriminal, dan berubah arah lagi di pra-klimaks, membuat penonton bingung tentang pesan inti Karthik Subbaraj.
Cengkeraman narasinya menjadi masalah utama. Film ini awalnya menarik tetapi dengan cepat kehilangan momentum. Babak kedua, khususnya, terasa bertele-tele dan tidak fokus, membuat pengalaman menontonnya kurang mengesankan.
Skenarionya kurang mendalam, dan banyak adegan yang tidak memiliki makna emosional yang berarti. Alur karakter dan hubungan kurang berkembang, sehingga membatasi dampak dari momen-momen penting.
Peran Jayaram terasa tidak penting, Nasser hampir tidak dimanfaatkan, dan Prakash Raj hanya memiliki beberapa dialog umum. Dengan penulisan yang lebih baik, para aktor ini dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar pada inti emosional dan naratif film ini.
Aspek Teknis:
Sutradara Karthik Subbaraj bermaksud menciptakan cerita yang memadukan berbagai genre yang menampilkan Suriya sebagai sosok penyelamat. Meskipun ambisinya jelas, kurangnya koherensi naratif dan disiplin struktural membebani film ini. Bagian pertama cukup bagus, tetapi bagian kedua runtuh karena bebannya sendiri.
Sinematografi Shreyaas Krishna lumayan, dengan beberapa visual mencolok yang menonjol. Musik Santhosh Narayanan menjadi sorotan yang jelas, menyuntikkan kehidupan ke dalam bagian-bagian yang tadinya membosankan. Penyuntingan oleh Shafique Mohamed Ali bisa saja lebih tajam – banyak adegan terasa terlalu dipaksakan, sehingga mengganggu tempo. Di sisi positifnya, nilai produksi solid, dan film tampak dipoles secara visual.
Dakwaan:
Secara keseluruhan, Retro adalah drama cinta-aksi yang berhasil di beberapa bagian tetapi gagal dalam eksekusinya. Penampilan Suriya dan musiknya merupakan kekuatan yang pasti, tetapi film ini mengecewakan karena alur ceritanya yang kacau dan bagian kedua yang mengecewakan. Apa yang awalnya menjanjikan akhirnya gagal. Selain para loyalis Suriya, yang lain mungkin merasa sulit untuk tetap tertarik. Tontonlah dengan ekspektasi yang terkendali—jika memang ada.
Editor: Lulu
Terkait
SS Rajamouli telah mengukir namanya sebagai salah satu…
Mani Ratnam, seorang sutradara dan penulis naskah legendaris,…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta- Merek otomotif asal China, Changan, menggelar…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Batang- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti,…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Musyawarah Perencanaan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah Indonesia memastikan bahwa kondisi perekonomian…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam…
NYALANUSANTARA, Salatiga- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan…
NYALANUSANTARA, Bawen- Jalan tol ruas Bawen-Ambarawa akan dibuka…
NYALANUSANTARA, Demak- Kedatangan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj…
Komentar