Lisandro Martinez Sempat Ingin Pensiun Usai Cedera ACL, Bangkit Berkat Keluarga dan Kelahiran Putri

Lisandro Martinez Sempat Ingin Pensiun Usai Cedera ACL, Bangkit Berkat Keluarga dan Kelahiran Putri

NYALANUSANTARA, LONDON- Bek Manchester United, Lisandro Martinez, mengungkapkan bahwa ia sempat terpikir untuk meninggalkan dunia sepak bola setelah mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang membuatnya menepi hampir satu tahun dari lapangan hijau.

Martinez mengaku masa-masa awal setelah cedera menjadi periode terberat dalam kariernya. Ia merasa kelelahan secara fisik dan mental setelah sebelumnya juga sempat mengalami cedera patah kaki.

“Dua atau tiga minggu pertama saya tidak ingin bermain sepak bola lagi. Saya sudah melewati cedera kaki, lalu sekarang lutut. Saya bilang, ‘cukup, saya tidak ingin tahu apa-apa lagi,’” ujar Martinez, dikutip dari AFA Estudio.

Pemain tim nasional Argentina itu menjelaskan bahwa rentetan cedera membuat kondisi mentalnya goyah. Pada akhir musim 2022/2023 ia mengalami cedera kaki, lalu pada musim berikutnya hanya mampu tampil dalam 11 pertandingan Liga Inggris karena masalah fisik yang terus berulang.

Situasi kian berat ketika Martinez mengalami robekan ACL pada Februari 2025. Ia harus menjalani operasi dan absen sekitar 10 bulan dari kompetisi.

“Saat saya cedera, saya benar-benar kehilangan keseimbangan. Rasa sakitnya tidak tertahankan,” tuturnya.

Dalam kondisi tersebut, bek berusia 27 tahun itu bahkan sempat ingin pulang ke Argentina dan menjauh dari sepak bola.

“Reaksi pertama saya adalah ingin pulang ke rumah, bersama keluarga di Argentina. Saya tidak ingin menderita lagi, saya hanya ingin baik-baik saja dan menikmati hidup,” ungkapnya.

Martinez menilai masa rehabilitasi menjadi proses “menemukan ulang” dirinya, baik secara fisik maupun mental. Rasa sakit yang berkepanjangan serta ketakutan tidak bisa kembali ke performa terbaik sempat membuatnya merasa kehilangan identitas sebagai pesepak bola.

Namun, dukungan keluarga, orang-orang terdekat, serta bantuan profesional di bidang psikologi membantunya melewati masa sulit tersebut. Salah satu momen paling berpengaruh dalam proses kebangkitannya adalah kelahiran sang putri.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini