Produk Kerajinan Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp1,83 Miliar di Pameran AS
Karso Aji - 10 Oktober 2025 - EkbisNYALANUSANTARA, DEPOK- Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI di Washington D.C. mencatat bahwa produk kerajinan tangan Indonesia berhasil memperoleh potensi transaksi sebesar 110 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,83 miliar dalam ajang pameran internasional Shoppe Object Summer 2025 di Amerika Serikat (AS).
Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan perubahan selera pasar AS yang kini lebih menyukai produk berbahan alami seperti rotan, serat alam, kayu, tanah liat, dan batu, serta produk upcycle dengan nilai keberlanjutan dan keaslian budaya.
“Tren saat ini mengarah pada desain yang menggunakan bahan alami dan memiliki cerita budaya di balik pembuatannya. Produk Indonesia seperti rotan, tenun, dan upcycle craft sangat cocok dengan tren tersebut,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ranitya menambahkan bahwa produk khas Indonesia seperti batik, anyaman, dan keramik buatan tangan dapat diposisikan sebagai artisan goods yang otentik dan bernilai seni tinggi, sesuai dengan preferensi konsumen AS yang menghargai keunikan dan kesan buatan tangan.
Pameran ini, menurutnya, menjadi pintu masuk penting bagi produk kriya Indonesia untuk memperluas pasar global, khususnya di sektor desain dan dekorasi rumah yang berkelanjutan. Paviliun Indonesia menghadirkan tiga peserta pameran dengan produk berupa anyaman ketak, rotan, dekorasi rumah ramah lingkungan, serta tenun karpet bermotif budaya lokal.
Pada periode Januari–Agustus 2025, total perdagangan Indonesia-AS mencapai 29 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia senilai 20,6 miliar dolar AS dan impor sebesar 8,4 miliar dolar AS. Tahun sebelumnya, total perdagangan kedua negara tercatat 38,56 miliar dolar AS dengan surplus untuk Indonesia mencapai 14,52 miliar dolar AS.
Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke AS meliputi minyak kelapa sawit, alas kaki, mesin dan perangkat elektronik, serta telepon genggam. Sementara impor dari AS terdiri dari gas petroleum, kedelai, minyak bitumen, batu bara, dan residu pati.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Thomas Djiwandono Tegaskan Komitmen Jaga Independensi Bank Indonesia
Ekbis 3 jam lalu
Di Era Presiden Prabowo, Indonesia Disebut Ekonom Global Jadi Primadona Investasi
Ekbis 17 jam lalu
Pengamat Puji Ketegasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal, Kini Harga Timah Melonjak
Ekbis 18 jam lalu
Diprediksi Ekonomi RI Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat
Ekbis 19 jam lalu
Kemenperin Siapkan Anggaran Efektif Rp2,11 Triliun pada 2026 untuk Perkuat Daya Saing Industri
Ekbis 1 hari lalu
Terkini
Kunjungi Pusat UMKM Dukungwaringin, Nawal Yasin Borong Kopi Khas Muria Kudus
Ragam Nusantara 30 menit lalu
Fantagio Buka Suara soal Dugaan Penggelapan Pajak Cha Eun Woo, Minta Publik Hentikan Spekulasi
Lifestyle 31 menit lalu
REVIEW YOUNG MOTHERS, Kelembutan sebagai Perlawanan: Kembalinya Dardenne Bersaudara ke Puncak Realisme Sosial
Sinema 41 menit lalu
Xiaomi Luncurkan Tiga Produk AIoT Terbaru untuk Dukung Rumah Pintar Modern
Lifestyle 1 jam lalu
Tinjau Peternakan Ayam di Kudus, Nawal Yasin Dukung Program Penguatan Ketahanan Pangan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Satu Ton NaCl Disemai di Perairan Utara Jateng
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Volkswagen ID.4 2027 Akan Berganti Nama Jadi ID. Tiguan, Meluncur Akhir Tahun Ini
Lifestyle 2 jam lalu
Sekda Jateng Cek Upaya Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang yang Belum Ditemukan
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Thomas Djiwandono Tegaskan Komitmen Jaga Independensi Bank Indonesia
Ekbis 3 jam lalu
Kabur ke Tulungagung, Menantu Perempuan Terduga Pembunuh Lansia di Blitar Ditangkap Polisi
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kepesertaan JKN 85 Persen, Kota Semarang Raih Penghargaan UHC Award
Ragam Nusantara 3 jam lalu