RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Tiga Indikator Kunci Antar Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Stok Tertinggi

“Berdasarkan data BPS, produksi beras 2025 mencapai lebih dari 34 juta ton, sementara kebutuhan sekitar 31 juta ton. Surplus sekitar 3 juta ton ini sudah cukup menjadi bukti swasembada,” jelasnya.

Secara rinci, Bapanas mencatat surplus beras nasional tahun 2025 mencapai 3,52 juta ton. Angka ini berasal dari total produksi beras sebesar 34,71 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional tercatat 31,19 juta ton, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Surplus tersebut berdampak pada tingginya stok beras nasional di awal 2026 yang mencapai 12,529 juta ton. Dari jumlah itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,248 juta ton, sedangkan sisanya tersebar di masyarakat, pedagang, dan distributor.

“Dengan kebutuhan bulanan sekitar 2,5 juta ton, stok 12,5 juta ton ini menunjukkan posisi kita sangat kuat untuk menjaga ketahanan pangan,” tegas Ketut. Ia juga optimistis produksi padi pada awal 2026 serta panen raya pada Maret–April akan semakin memperkuat ketersediaan beras nasional.

Ketut menegaskan kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada posisi aman dari sisi pangan. Optimisme serupa disampaikan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang memastikan stok beras nasional pada 2026 berada dalam kondisi sangat aman.

“Stok beras kita sangat aman. Tanpa impor, cadangan beras pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus,” ujar Amran.

Ia juga menegaskan tidak akan mentoleransi praktik permainan harga oleh pelaku usaha pangan. “Tidak boleh ada yang bermain harga. Jika ada pelanggaran, akan kami tindak bersama Satgas Pangan Polri,” tegasnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini