RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Menhut Bentuk Satgas Pembiayaan untuk Perkuat Pendanaan 57 Taman Nasional

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Taman Nasional menjadi langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya sistem pendanaan yang berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional di Indonesia.

Menurut Menhut, satgas tersebut akan berperan penting dalam memberikan arah kebijakan sekaligus mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional secara terintegrasi.

“Satgas ini diharapkan mampu memberikan arahan strategis serta memastikan implementasi strategi pembiayaan taman nasional berjalan efektif,” ujar Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain itu, satgas juga akan mendorong penyesuaian regulasi, baik melalui revisi aturan yang sudah ada maupun penyusunan kebijakan baru. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang kemitraan yang lebih luas dan efektif antara pemerintah dengan sektor swasta dalam mendukung konservasi taman nasional.

“Kami akan merevisi regulasi yang diperlukan dan menerbitkan aturan baru apabila dibutuhkan agar Indonesia dapat bermitra secara optimal dengan pihak swasta,” tambahnya.

Raja Antoni menegaskan bahwa pembentukan satgas ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa dalam upaya menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional, khususnya kawasan taman nasional.

Salah satu wujud nyata dari arahan tersebut adalah Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh. Program ini difokuskan pada perlindungan gajah Sumatera melalui skema pembiayaan konservasi yang berkelanjutan.

Menhut menjelaskan, komitmen terhadap inisiatif PECI berawal dari dialog antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk menyediakan lahan seluas 20 ribu hektare bagi konservasi gajah.

“Pada Agustus 2025, komitmen tersebut kemudian diperluas menjadi 90 ribu hektare sebagai bagian dari upaya perlindungan gajah Sumatera,” jelas Raja Antoni.

Lebih lanjut, PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan pendekatan konservasi satwa, pengelolaan lanskap, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang nantinya dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.

Selain PECI di Aceh, Kementerian Kehutanan juga mengembangkan proyek percontohan lain di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Proyek ini menjadi langkah awal untuk memobilisasi sumber pendanaan baru dalam sistem taman nasional.

“Saat ini kami sedang menyiapkan fondasi agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi **Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM),” kata Raja Antoni.

Di sisi lain, Menhut Raja Juli Antoni juga tercatat menghadiri Forum Minister for Indo Pacific yang digelar di London pada 21 Januari 2026. Forum tersebut dihadiri oleh Minister for Indo Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini