Kemenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi Industri Mamin untuk Perkuat Daya Saing IPNM
PANJI PRATAMA PUTRA - 11 Februari 2026 - EkbisNYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi hilirisasi terintegrasi di sektor industri makanan dan minuman (mamin) guna memperkuat daya saing industri pengolahan nonmigas (IPNM) sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas berbasis agro di dalam negeri.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa subsektor industri makanan dan minuman menjadi salah satu penopang utama kinerja IPNM serta memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor IPNM pada 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,01 persen. Kontribusi IPNM terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga tercatat signifikan, yakni sebesar 19,07 persen.
Selain itu, sepanjang triwulan I hingga III 2025, IPNM mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 20,26 juta orang. Pada periode Januari hingga November 2025, sektor ini turut menyumbang 80,27 persen terhadap total ekspor nasional, menunjukkan peran vital industri pengolahan dalam struktur ekonomi Indonesia.
“Kami mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi hulu dan hilir, serta meningkatkan akses ke pasar ekspor,” ujar Faisol.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh industri makanan dan minuman. Pada triwulan I hingga III 2025, subsektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,23 persen dengan kontribusi terhadap IPNM mencapai 41,06 persen. Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal industri mamin mencapai Rp80,49 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6,67 juta orang per Agustus 2025.
Sebagai bagian dari upaya penguatan hilirisasi terintegrasi, Wamenperin melakukan kunjungan kerja ke PT Haldin Pacific Semesta di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/2/2026). Perusahaan tersebut bergerak di bidang industri ekstrak bahan alam dan dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah tinggi.
Dalam kunjungannya, Faisol menekankan pentingnya pengembangan industri berbasis sumber daya alam nasional sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ekspor. Menurutnya, industri ekstrak bahan alam dapat menjadi salah satu motor penggerak ekspor bernilai tambah tinggi.
“Kami melihat potensi besar dari industri ekstrak bahan alam dalam menciptakan nilai tambah dan memperkuat ekspor. Pemerintah akan terus mendukung melalui kebijakan yang berfokus pada peningkatan daya saing, penguatan rantai pasok lokal, serta pengembangan sumber daya manusia dan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa penguatan kapasitas industri agro perlu terus didorong melalui penerapan teknologi modern, peningkatan mutu produk, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan berbasis bahan alam. Salah satunya melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan industri guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing sektor industri agro nasional.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 21 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 1 hari lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 1 hari lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 1 hari lalu
Dua BPR di Jateng Resmi Merger
Ekbis 2 hari lalu
Terkini
Tegaskan Kota Semarang Inklusif, Karnaval Paskah Berikan Panggung Bagi Difabel
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton
Ragam Nusantara 15 jam lalu
Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Solusi Bersih Pintar Hingga 15.000Pa
Tekno 16 jam lalu
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 17 jam lalu
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 17 jam lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 18 jam lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 19 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 20 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 20 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 21 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 21 jam lalu