Utang APBN 2026 Rp832,2 T, Noviardi Ferzi Ingatkan Risiko Rasio 40 Persen
PRABHA WINANGUN - 13 Februari 2026 - EkbisNYALANUSANTARA, Jakarta– Keputusan pemerintah untuk memperlebar pembiayaan utang dalam APBN 2026 hingga mencapai Rp832,2 triliun dinilai sebagai langkah darurat yang masuk akal namun sarat risiko. Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menyebut kebijakan fiskal ekspansif ini memang krusial untuk menahan perlambatan ekonomi di tengah tekanan global dan dinamika domestik yang menantang.
Namun, ia memberikan catatan kritis terhadap rasio utang pemerintah yang telah menyentuh angka 40,3% terhadap PDB pada akhir 2025, dengan proyeksi tetap tinggi di kisaran 39,9% hingga 40,3% pada tahun 2026.
“Rasio utang di level 40,3% ini seharusnya sudah menjadi sinyal kewaspadaan tinggi, meskipun secara hukum masih di bawah batas aman 60%. Tren yang bertahan di angka 39,9% hingga 40,3% pada 2026 tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah dan strategi yang jelas,” tegas Noviardi dalam analisisnya.
Ia menekankan bahwa efektivitas pinjaman tersebut sepenuhnya bergantung pada keberanian pemerintah untuk mengalokasikan belanja pada sektor yang benar-benar produktif.
Noviardi secara tajam mengkritik pola pembiayaan yang hanya digunakan untuk belanja rutin atau subsidi yang tidak tepat sasaran. Menurutnya, utang harus berfungsi sebagai instrumen pengungkit ekonomi.
“Utang produktif untuk hilirisasi industri dan penguatan UMKM bisa menjadi mesin pertumbuhan. Namun, jika utang hanya digunakan untuk tambal sulam defisit atau konsumsi jangka pendek, kita sebenarnya sedang mewariskan beban finansial yang berat bagi generasi mendatang,” cetusnya.
Selain persoalan alokasi, ia juga mendesak pemerintah untuk memperkuat transparansi data guna menjaga kredibilitas di mata pasar global. Di tahun 2026, kepercayaan investor menjadi aset yang sangat mahal.
“Minimnya transparansi dalam pengelolaan utang hanya akan mengerosi kepercayaan pasar dan masyarakat. Pemerintah harus membuktikan bahwa setiap rupiah dari utang tersebut dikelola secara akuntabel,” tambahnya, Jumat, 14 Februari 2026.
Sebagai penutup, Noviardi mendorong adanya reformasi struktural yang nyata pasca-2026 agar ketergantungan pada utang tidak menjadi permanen.
“Utang boleh saja dijadikan jembatan untuk menyelamatkan ekonomi di masa sulit, tetapi harus segera diikuti dengan konsolidasi fiskal yang kuat. Kita harus fokus pada pertumbuhan ekonomi riil berbasis produktivitas, bukan justru terjebak dalam siklus utang abadi,” pungkasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 1 jam lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 22 jam lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 23 jam lalu
Dua BPR di Jateng Resmi Merger
Ekbis 1 hari lalu
Kementan Dorong Percepatan B50 dan E20 untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Ekbis 1 hari lalu
Terkini
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 47 menit lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 1 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 1 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Lapas Perempuan Semarang Gelar Ikrar Bersama “Zero Halinar”
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Raih BRI Assist of The Week, Pemain Muda Persijap Ini Makin Termotivasi
Sport 4 jam lalu
Dua Anak Meninggal dan Satu Lainnya Selamat, Usai Tenggelam di Pantai Kertojayan Purworejo
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Kemenkum Jateng - BHP Semarang Dorong Optimalisasi Layanan Hukum di Kelurahan Sondakan
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Reva Adi Siap Bantu PSIM Raih Poin Lawan Bhayangkara FC
Sport 5 jam lalu
Jisco Marine dan Tafcindo Jasatama Kembali Bagikan Sembako untuk Warga Semarang dan Tegal
Ragam Nusantara 6 jam lalu