Agroforestri Salak Indonesia Terima Pengakuan GIAHS dari FAO
Fatih Tarusbawa - 23 September 2024 - EkbisSistem Budidaya Kolam Karper yang Unik di Austria
Budidaya kolam karper di wilayah Waldviertel, Austria Bawah, adalah sistem akuakultur unik yang memiliki sejarah selama 900 tahun. Dengan menggunakan kepadatan penebaran yang rendah dan praktik tradisional, sistem ini mempertahankan ekosistem kolam yang beragam yang terhubung dengan hutan di sekitarnya.
Praktik berkelanjutan ini mendukung keanekaragaman hayati, menghemat air, dan melestarikan warisan budaya melalui produksi karper berkualitas tinggi dan produk ikan inovatif. Sistem ini juga mendukung ekonomi lokal tidak hanya melalui penjualan karper, tetapi juga dengan mempromosikan agrowisata dan penggunaan inovatif kulit karper untuk membuat aksesori.
Selain memproduksi pangan, kolam-kolam ini juga memberikan layanan ekologis seperti retensi air, pengendalian banjir, dan penyerapan karbon, yang membantu mengatur iklim mikro lokal. Kolam-kolam ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies, termasuk burung, serangga, dan kehidupan air, yang berkontribusi pada keanekaragaman hayati regional.
Pemeliharaan ekosistem yang beragam ini juga membantu menjaga keanekaragaman genetik karper dan spesies lainnya, yang penting untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan di masa depan.
Sistem Agroforestri Kakao di Sao Tome dan Principe
Sistem Agroforestri Kakao di Sao Tome dan Principe dikenal karena kualitas kakao Amelonado yang tinggi. Sistem ini menggabungkan pertanian tradisional dengan beragam tanaman untuk meningkatkan keamanan pangan, memperkuat mata pencaharian keluarga petani, melestarikan warisan budaya, dan menjaga keanekaragaman hayati. Meskipun memiliki sejarah perbudakan, ketidaksetaraan, dan konflik, sistem ini menunjukkan ketahanan rakyatnya dalam komitmen mereka untuk membangun praktik berkelanjutan dan pembangunan.
Kakao adalah sumber utama pendapatan ekspor, tetapi integrasi berbagai tanaman seperti pisang, sukun, dan talas menyediakan sumber makanan tambahan dan aliran pendapatan lainnya, meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi pasar dan tekanan lingkungan.
Hutan tropis Sao Tome dan Principe merupakan prioritas konservasi global, menempati peringkat kedua tertinggi untuk konservasi burung dan fauna di antara 75 hutan Afrika. Negara ini adalah pemimpin dalam pertanian organik, dengan lebih dari 25 persen lahan pertanian bersertifikat untuk produksi organik.
Koperasi lokal fokus pada produk berkualitas tinggi dan perdagangan yang adil, melibatkan baik perempuan maupun laki-laki, mempromosikan inklusi gender, dan meningkatkan mata pencaharian petani.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 1 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 5 jam lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 1 hari lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 1 hari lalu
Dua BPR di Jateng Resmi Merger
Ekbis 1 hari lalu
Terkini
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 43 menit lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 56 menit lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 1 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 2 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 3 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 3 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 5 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 5 jam lalu