Thai Airways Kembali Melantai di Bursa Bangkok Usai Sukses Restrukturisasi Utang
Karso Aji - 05 Agustus 2025 - EkbisNYALANUSANTARA, TANGGERANG- Saham Thai Airways International (kode saham: TAWNF) resmi kembali diperdagangkan di Bursa Efek Bangkok mulai Senin, 5 Agustus 2025, menandai berakhirnya masa pemulihan pasca-restrukturisasi utang besar-besaran.
Maskapai nasional Thailand ini telah keluar dari program rehabilitasi utang yang diawasi pengadilan pada Juni lalu, setelah berhasil merestrukturisasi kewajiban senilai 12 miliar dolar AS atau setara 400 miliar baht.
Kinerja perusahaan membaik drastis, berkat meningkatnya permintaan perjalanan pasca-pandemi serta keberhasilan Thai Airways dalam menjual saham baru untuk memperkuat struktur permodalan.
Menurut analis InnovestX Securities, Raweenuch Piyakriengkai, saham Thai Airways pantas mendapatkan penilaian premium karena keberhasilan restrukturisasi tersebut. Ia memberi rating "outperform", dengan menyebut bahwa langkah ini telah menciptakan fondasi laba yang solid dan meningkatkan daya saing maskapai ke depan.
InnovestX menargetkan harga saham Thai Air di 7,8 baht, sementara CGS International Securities memproyeksikan angka lebih tinggi, yakni 10,8 baht, berdasarkan data dari Bloomberg.
Thai Airways terakhir diperdagangkan pada Mei 2021, dan pada akhir tahun lalu sempat menjual saham baru kepada pemegang saham eksisting dengan harga 4,48 baht per lembar.
Dari sisi performa keuangan, laba bersih Thai Airways di kuartal I 2025 melonjak empat kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah penumpang lebih dari 11 persen.
CEO Thai Airways, Chai Eamsiri, menyatakan bahwa pemesanan tiket untuk kuartal II juga menunjukkan tren positif, terutama untuk rute menuju Eropa, Australia, dan India.
Sebagai bagian dari upaya penyelamatan, para kreditur Thai Airways sepakat mengonversi utang senilai 53 miliar baht menjadi saham, serta perusahaan berhasil menggalang dana tambahan sebesar 23 miliar baht dari penjualan saham baru.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 3 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 7 jam lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 1 hari lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 1 hari lalu
Dua BPR di Jateng Resmi Merger
Ekbis 1 hari lalu
Terkini
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 12 menit lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 1 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 2 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 3 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 3 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 4 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 5 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 6 jam lalu