RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Ekspor Kakao Indonesia Capai Lebih dari Rp 4 Triliun dalam Empat Bulan Pertama 2025

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Indonesia mencatat kinerja positif dalam ekspor komoditas kakao pada empat bulan awal tahun 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, total ekspor untuk dua jenis produk utama—biji kakao dan bubuk kakao tanpa gula tambahan—mencapai nilai lebih dari USD 267 juta, atau sekitar Rp 4,37 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.362 per USD.

Untuk biji kakao (kode HS 1801), Indonesia mengekspor sekitar 2,95 juta kilogram dengan nilai lebih dari USD 27,5 juta atau Rp 450,2 miliar. Sebagian besar—lebih dari 99%—ekspor ini dikirim ke Malaysia. Negara tersebut mengimpor 2,94 juta kilogram dengan nilai hampir Rp 449 miliar.

Beberapa negara lain juga menjadi tujuan ekspor meski dengan volume yang lebih kecil, seperti Jepang (2.575 kg), Jerman (1.040 kg), Singapura (299 kg), dan Amerika Serikat (305 kg). Secara keseluruhan, ekspor biji kakao ke negara-negara selain Malaysia menghasilkan sekitar Rp 700 juta.

Sementara itu, ekspor bubuk kakao (kode HS 1805) menyumbang angka yang jauh lebih besar, baik dari segi volume maupun nilai. Total ekspor mencapai 39,65 juta kilogram senilai USD 239,83 juta atau sekitar Rp 3,92 triliun.

India menjadi tujuan utama ekspor bubuk kakao Indonesia, dengan volume 12,7 juta kg senilai USD 78,88 juta. Diikuti oleh Tiongkok, Filipina, dan Amerika Serikat. Malaysia berada di urutan kelima dengan pembelian 2,19 juta kg bubuk kakao senilai Rp 216,6 miliar.

Ekspor bubuk kakao ke berbagai negara lainnya secara kolektif mencapai 16,55 juta kg dengan total nilai ekspor lebih dari Rp 1,45 triliun.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini