RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Foto: Xinhua

Hasil Bumi Yunnan China Kini Tembus Pasar ASEAN

NYALANUSANTARA, Jakarta- Di tengah pergeseran perdagangan pertanian, para petani di Provinsi Yunnan, China barat daya, menemukan peluang baru di berbagai negara ASEAN berkat buah dan sayuran berkualitas tinggi yang mereka hasilkan.

Pada pagi hari yang berkabut di Desa Jinglai di wilayah Menghai di Xishuangbanna, Yu Ying'er, salah seorang warga, memuat sayuran segar yang baru dipanen ke atas kendaraan roda tiga miliknya. Dalam waktu kurang dari satu jam, hasil pertanian yang masih berselimut embun itu akan melewati "jalur hijau" khusus perdagangan lintas perbatasan dan tiba di pasar negara-negara tetangga.

Yu, yang telah bertahun-tahun mengekspor sayuran, mengatakan produk China sangat diminati di Myanmar berkat varietas serta kualitasnya. Pemandangan kendaraan roda tiga yang lalu lalang melintasi perbatasan di Xishuangbanna sudah menjadi hal yang lazim terlihat.

Dalam beberapa tahun terakhir, buah dan sayuran Yunnan semakin populer di kawasan ASEAN. Anggur, jeruk, jamur, serta produk khas lainnya kini menjadi andalan ekspor. Menurut data Bea Cukai Kunming, pada paruh pertama (H1) 2025, perdagangan produk pertanian Yunnan dengan ASEAN mencapai 18,6 miliar yuan (1 yuan = Rp2.298), naik 23,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan ekspor buah meningkat 44,3 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah faktor. Para ahli menyebut kondisi geografis dan iklim memberi keunggulan bagi Yunnan. "Dataran tinggi berlintang rendah di Yunnan mendapatkan sinar matahari melimpah dan memiliki keanekaragaman hayati, sehingga memungkinkan produksi buah tropis maupun buah zona beriklim sedang sepanjang tahun," kata Zhang Shengping, wakil direktur Institut Sayuran dan Bunga di Akademi Ilmu Pertanian China.

Sebagian besar buah-buahan Yunnan melengkapi musim produksi negara-negara ASEAN, sehingga mampu mengisi celah pasokan. Dari kios buah di Thailand hingga supermarket di Indonesia, anggur, jeruk, dan apel asal Yunnan kini menjadi pilihan populer.

Yunnan juga merupakan daerah penghasil sayuran utama. Lembah di bagian selatan menghasilkan sayuran musim panas pada musim dingin, sementara kawasan dataran tinggi menghasilkan sayuran musim dingin pada musim panas. "Hal ini memungkinkan pasokan yang kontinu sepanjang tahun," ujar Wang Tao, wakil direktur Divisi Perdagangan Luar Negeri di Departemen Perdagangan Provinsi Yunnan.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua

Komentar

Baca Juga

Terkini