Hasil Bumi Yunnan China Kini Tembus Pasar ASEAN
- 06 September 2025 - EkbisNYALANUSANTARA, Jakarta- Di tengah pergeseran perdagangan pertanian, para petani di Provinsi Yunnan, China barat daya, menemukan peluang baru di berbagai negara ASEAN berkat buah dan sayuran berkualitas tinggi yang mereka hasilkan.
Pada pagi hari yang berkabut di Desa Jinglai di wilayah Menghai di Xishuangbanna, Yu Ying'er, salah seorang warga, memuat sayuran segar yang baru dipanen ke atas kendaraan roda tiga miliknya. Dalam waktu kurang dari satu jam, hasil pertanian yang masih berselimut embun itu akan melewati "jalur hijau" khusus perdagangan lintas perbatasan dan tiba di pasar negara-negara tetangga.
Yu, yang telah bertahun-tahun mengekspor sayuran, mengatakan produk China sangat diminati di Myanmar berkat varietas serta kualitasnya. Pemandangan kendaraan roda tiga yang lalu lalang melintasi perbatasan di Xishuangbanna sudah menjadi hal yang lazim terlihat.
Dalam beberapa tahun terakhir, buah dan sayuran Yunnan semakin populer di kawasan ASEAN. Anggur, jeruk, jamur, serta produk khas lainnya kini menjadi andalan ekspor. Menurut data Bea Cukai Kunming, pada paruh pertama (H1) 2025, perdagangan produk pertanian Yunnan dengan ASEAN mencapai 18,6 miliar yuan (1 yuan = Rp2.298), naik 23,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan ekspor buah meningkat 44,3 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah faktor. Para ahli menyebut kondisi geografis dan iklim memberi keunggulan bagi Yunnan. "Dataran tinggi berlintang rendah di Yunnan mendapatkan sinar matahari melimpah dan memiliki keanekaragaman hayati, sehingga memungkinkan produksi buah tropis maupun buah zona beriklim sedang sepanjang tahun," kata Zhang Shengping, wakil direktur Institut Sayuran dan Bunga di Akademi Ilmu Pertanian China.
Sebagian besar buah-buahan Yunnan melengkapi musim produksi negara-negara ASEAN, sehingga mampu mengisi celah pasokan. Dari kios buah di Thailand hingga supermarket di Indonesia, anggur, jeruk, dan apel asal Yunnan kini menjadi pilihan populer.
Yunnan juga merupakan daerah penghasil sayuran utama. Lembah di bagian selatan menghasilkan sayuran musim panas pada musim dingin, sementara kawasan dataran tinggi menghasilkan sayuran musim dingin pada musim panas. "Hal ini memungkinkan pasokan yang kontinu sepanjang tahun," ujar Wang Tao, wakil direktur Divisi Perdagangan Luar Negeri di Departemen Perdagangan Provinsi Yunnan.
Peningkatan logistik turut mempercepat ekspor. Jalur Kereta China-Laos dan layanan perizinan bea cukai yang lebih cepat memangkas waktu pengiriman hampir separuh dibandingkan transportasi darat.
Pada awal Agustus, kereta rantai dingin "Luliang Vegetable" bertolak dari Qujing dan tiba di Bangkok dengan membawa hasil pertanian segar. Perjalanan pulangnya ke China membawa durian dan buah-buahan lain dari Bangkok, menciptakan koridor perdagangan dua arah.
Jalur Kereta China-Laos, yang terintegrasi dengan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru (New International Land-Sea Trade Corridor) dan Kereta Ekspres China-Eropa (China-Europe Railway Express), kini menghubungkan 31 provinsi di China dengan 19 negara dan kawasan, termasuk Laos, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Jaringan logistik yang efisien ini membuka jalur cepat baru bagi produk-produk pertanian dataran tinggi Yunnan untuk menembus pasar global.
Pada 23 Agustus, kereta rantai dingin lain mengangkut lebih dari 400 ton sayuran dari Yuxi ke Thailand dalam waktu hanya tiga hari. Transportasi multimoda, termasuk kereta, jalan darat, dan laut, kini memungkinkan produk Yunnan sampai ke Singapura bahkan ke negara-negara lainnya yang lebih jauh.
"Kedekatan geografis dengan Laos, Vietnam, dan negara Asia Tenggara lainnya memberi Yunnan keunggulan alami dalam hal ekspor," ujar Zhang Shengping.
Dengan jalur kereta China-Laos-Thailand yang sepenuhnya terintegrasi serta pusat distribusi baru yang sedang dibangun, semakin banyak produk berkualitas tinggi "berlabel Yunnan" akan menembus pasar internasional.
Logistik efisien dan pemeriksaan bea cukai yang lancar juga menjamin kesegaran produk. Zhao Ziqi, kepala Honghe Dayou Trading Co., mengatakan, "Jeruk yang diekspor dari Mengzi bisa sampai ke konsumen Vietnam pada hari yang sama dengan hari pengiriman." Di Honghe, jeruk Orah dipanen dari Desember hingga Juli, sehingga pasar ASEAN dapat menikmati jeruk berkualitas itu sepanjang tahun.
Dukungan kebijakan juga menjadi kunci. Pada Agustus, Yunnan memperkenalkan langkah-langkah untuk mengoptimalkan administrasi pajak dan mendukung ekspor produk-produk khas dataran tinggi, seperti teh, bunga, kopi, jamur, dan kacang-kacangan.
Peraturan Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Yunnan) China, yang berlaku 1 September, mendorong model perdagangan inovatif serta memperdalam kerja sama dengan negara-negara tetangga dan program percontohan tenaga kerja lintas perbatasan.
Wang Tao menjelaskan bahwa ekspor buah Yunnan terutama dikirim ke 10 negara ASEAN, sementara Thailand dan Vietnam menjadi sumber utama impor. Arus dua arah ini menciptakan koridor perdagangan lintas perbatasan untuk ekspor buah zona beriklim sedang dan impor buah tropis, sehingga menghubungkan hasil pertanian dataran tinggi Yunnan dengan buah tropis Asia Tenggara.
"Koridor ini tidak hanya meningkatkan efisiensi perdagangan, tetapi juga menjamin kesegaran buah bagi konsumen," tambah Wang.
Dengan logistik yang lebih baik, bea cukai yang lebih lancar, serta proyek infrastruktur berkelanjutan seperti Jalur Kereta China-Laos-Thailand, semakin banyak buah dan sayuran "berlabel Yunnan" siap menembus pasar ASEAN, menghadirkan cita rasa dataran tinggi China bagi konsumen-konsumen di seluruh kawasan Asia Tenggara.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Komentar
Baca Juga
Kemendag Dorong Daya Beli Lewat Program Diskon Ramadhan dan Lebaran 2026
Ekbis 22 jam lalu
Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Percepat Mandatori Bioetanol dan B50
Ekbis 1 hari lalu
BPJPH Perkuat Ekosistem Halal di Wilayah Perbatasan
Ekbis 1 hari lalu
SMEXPO Ramadan 2026 Dorong Peningkatan Penjualan UMKM Binaan Pertamina Hingga Dua Lipat
Ekbis 1 hari lalu
DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Ekbis 2 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 5 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 5 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 6 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 7 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 10 jam lalu