RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Prof Rossanto Dwi Handoyo SE MSi PhD, Pakar Investasi dan Bea Cukai Universitas Airlangga.

Pakar UNAIR Nilai Regulasi Bea Cukai Sebagai Upaya Pemerintah Amankan Pasar Domestik

“Biasanya masyarakat sering kali mencari produk-produk yang terkait dengan tren tersebut. Sedangkan produk domestik sendiri sering kali masih kalah tren dibandingkan dengan produk impor,” ujarnya.

Alih-alih, Menurut Prof Rossanto, produsen lokal mengalami tantangan dalam beradaptasi terhadap tren global. “Kalau kita lihat, masih banyak UKM masih beroperasi di pasar tradisional dan belum naik ke level yang lebih tinggi, menunjukkan adanya tantangan daya saing yang signifikan,” pungkasnya.

Strategi Pemasaran dan Dukungan Pemerintah

Dalam mengatasi tantangan ini, Prof Rossanto menyebut bahwa strategi pemasaran yang efektif dan dukungan pemerintah menjadi kunci. 

Ia menyarankan para produsen untuk melakukan penyesuaian bahan baku berdasarkan segmentasi pasar, inovasi dalam produksi, penentuan target pasar yang spesifik, dan pemanfaatan jaringan untuk pemasaran guna mencapai keunggulan kompetitif.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyediakan program permodalan dengan bunga yang lebih rendah untuk membantu UKM mengatasi biaya modal yang tinggi. Ini termasuk kredit investasi dan kredit modal kerja yang ditawarkan dengan bunga di bawah pasar.

“Para pelaku UMKM mungkin dapat memanfaatkan program-program permodalan yang digelontorkan oleh pemerintah. Kalau kita memanfaatkan pinjam modal skema pemerintah kita hanya akan mendapatkan bunga 3-6 persen saja. Berbeda dengan pinjaman di bank yang bisa mencapai 12 persen,” ungkap Prof Rossanto.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini