ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
PANJI PRATAMA PUTRA - 25 Januari 2026 - LifestyleKit dan Relasi yang Terlalu Aman
Tak lama setelah tiba di London, Lili bertemu Kit, pemuda pirang berpakaian lusuh yang menggambar burung camar di tepi Sungai Thames. Ia jelas berbakat, namun menjengkelkan—bahkan sempat membuat Lili kesal dengan menawarkan roti kotor arang. Tentu saja, Kit adalah siswa di Akademi Seni St. Thomas dan menjadi rival utama Lili.
Sayangnya, Kit tidak pernah benar-benar menjadi tandingan seimbang bagi Lili. Ia lebih sering tampil sebagai karakter reaktif, pendiam, dan penurut, meski sesekali diberi kedalaman melalui konflik keluarga. Ada momen lucu yang kemungkinan akan disukai penonton Inggris, ketika ia sengaja mengacak rambut pirangnya untuk menegaskan identitasnya—sebuah sindiran halus pada tokoh politik masa lalu. Namun secara keseluruhan, Kit lebih berfungsi sebagai pemicu perkembangan Lili ketimbang karakter yang berdiri kuat sendiri.
Cerita Klise yang Sesekali Brilian
Secara naratif, Love Through a Prism bermain di wilayah yang sangat familiar. Banyak bagian cerita mudah ditebak, termasuk konflik cinta segitiga yang menarik namun diselesaikan terlalu cepat. Beberapa elemen terasa ganjil—termasuk subplot absurd tentang pembantu yang kerasukan setan—yang sempat menjadi titik terendah serial ini. Namun menariknya, kekonyolan tersebut kemudian “dibingkai ulang” dengan cerdas hingga terasa dapat diterima.
Anime ini juga menggunakan seni animasi sebagai solusi naratif, menyelesaikan krisis cerita melalui visual alih-alih dialog. Bahkan sejarah nyata dimanfaatkan untuk menciptakan konflik tambahan. Di sinilah serial ini menunjukkan kecerdikan yang sesekali muncul di tengah struktur cerita yang rapuh.
Karakter Pendukung yang Bersinar
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Jujutsu Kaisen S3 Episode 4: Mahakarya Visual yang Lupa Membangun Hati
Lifestyle 3 jam lalu
ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
Lifestyle 5 jam lalu
Kawasaki Luncurkan W175 ABS dan W175 Street, Motor Retro Klasik Berbalut Teknologi Modern
Lifestyle 8 jam lalu
Dhanush Umumkan Proyek Film Baru D55, Kolaborasi Perdana dengan Rajkumar Periasamy
Lifestyle 18 jam lalu
Yamaha Grand Filano dan Fazzio Hybrid Hadirkan Warna Baru untuk Mobilitas Harian
Lifestyle 20 jam lalu
Terkini
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 22 menit lalu
Pemkot Semarang Dukung Penguatan Peran NU Lewat Peresmian Gedung PCNU
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Lapas Semarang Pamerkan Produk Napi di Kota Lama
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Kali Pertama, Alpukat Segar dari Menglian di China Diekspor ke Pasar ASEAN
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Jujutsu Kaisen S3 Episode 4: Mahakarya Visual yang Lupa Membangun Hati
Lifestyle 3 jam lalu
ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
Lifestyle 5 jam lalu
ULASAN Border 2: Sekuel Sarat Nostalgia tentang Keberanian, Persaudaraan, dan Pengorbanan
Sinema 6 jam lalu
ULASAN Sengkolo: Petaka Satu Suro – Horor Jawa yang Lebih Gelap, Emosional, dan Brutal
Sinema 7 jam lalu
ULASAN Primate: Horor Ringkas dengan Teror Sederhana yang Efektif
Sinema 7 jam lalu
Kawasaki Luncurkan W175 ABS dan W175 Street, Motor Retro Klasik Berbalut Teknologi Modern
Lifestyle 8 jam lalu
SIG Pasok 115 Ribu Ton Semen untuk RDMP Balikpapan, Dukung Kemandirian Energi Nasional
Ekbis 9 jam lalu