ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
PANJI PRATAMA PUTRA - 25 Januari 2026 - LifestyleIronisnya, karakter pendukung justru terasa lebih hidup dibanding pemeran pria utama. Dorothy, sahabat Lili yang antusias dan terobsesi samurai serta ninja, tampil menggemaskan sekaligus bijak dalam memandang cinta. Seorang gadis kaya yang malang membawa nuansa komedi ala Glinda dari Wicked. Bahkan guru seni yang awalnya tampak seperti karikatur pedagogis akhirnya mendapat beberapa adegan paling menyentuh di serial ini.
Visual Monokrom dan Akhir yang Biasa Saja
Episode-episode terakhir menonjol lewat penggunaan visual monokrom artistik, diselingi kilasan warna. Teknik ini awalnya memiliki alasan naratif yang jelas, meski lama-kelamaan terasa kurang meyakinkan. Namun kualitas visualnya begitu kuat hingga sulit untuk benar-benar mempermasalahkannya. Bahkan, Love Through a Prism mungkin membantu memulihkan citra anime hitam-putih setelah kekecewaan Uzumaki.
Jika menilai sebuah serial dari penutupnya saja, maka anime ini mungkin terasa mengecewakan. Akhir ceritanya tidak spektakuler, namun juga tidak menjadi bencana. Ada banyak anime romantis yang lebih kuat—termasuk Emma: A Victorian Romance yang rilis dua dekade lalu. Love Through a Prism jelas tidak akan memiliki daya tahan budaya seperti Boys Over Flowers. Namun, sebagai karya yang dibuat dengan penuh perhatian dan keindahan visual, serial ini tetap sangat menghibur.
Penutup
Dengan total 20 episode—beberapa berdurasi panjang seperti Episode 6 yang mencapai 40 menit—serial ini nyaris setara dengan dua musim penuh. Episode terakhir bahkan ditutup dengan epilog pascakredit yang cukup panjang.
Love Through a Prism mungkin rapuh secara struktur, namun kuat dalam momen. Ia adalah anime yang lebih layak dinikmati perlahan, dirasakan lewat emosi dan visualnya, bukan dinilai semata dari logika cerita. Sebuah romansa seni yang indah, meski tak sempurna.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Jujutsu Kaisen S3 Episode 4: Mahakarya Visual yang Lupa Membangun Hati
Lifestyle 3 jam lalu
ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
Lifestyle 5 jam lalu
Kawasaki Luncurkan W175 ABS dan W175 Street, Motor Retro Klasik Berbalut Teknologi Modern
Lifestyle 8 jam lalu
Dhanush Umumkan Proyek Film Baru D55, Kolaborasi Perdana dengan Rajkumar Periasamy
Lifestyle 18 jam lalu
Yamaha Grand Filano dan Fazzio Hybrid Hadirkan Warna Baru untuk Mobilitas Harian
Lifestyle 20 jam lalu
Terkini
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 24 menit lalu
Pemkot Semarang Dukung Penguatan Peran NU Lewat Peresmian Gedung PCNU
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Lapas Semarang Pamerkan Produk Napi di Kota Lama
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Kali Pertama, Alpukat Segar dari Menglian di China Diekspor ke Pasar ASEAN
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Jujutsu Kaisen S3 Episode 4: Mahakarya Visual yang Lupa Membangun Hati
Lifestyle 3 jam lalu
ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
Lifestyle 5 jam lalu
ULASAN Border 2: Sekuel Sarat Nostalgia tentang Keberanian, Persaudaraan, dan Pengorbanan
Sinema 6 jam lalu
ULASAN Sengkolo: Petaka Satu Suro – Horor Jawa yang Lebih Gelap, Emosional, dan Brutal
Sinema 7 jam lalu
ULASAN Primate: Horor Ringkas dengan Teror Sederhana yang Efektif
Sinema 7 jam lalu
Kawasaki Luncurkan W175 ABS dan W175 Street, Motor Retro Klasik Berbalut Teknologi Modern
Lifestyle 8 jam lalu
SIG Pasok 115 Ribu Ton Semen untuk RDMP Balikpapan, Dukung Kemandirian Energi Nasional
Ekbis 9 jam lalu