RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur

Ironisnya, karakter pendukung justru terasa lebih hidup dibanding pemeran pria utama. Dorothy, sahabat Lili yang antusias dan terobsesi samurai serta ninja, tampil menggemaskan sekaligus bijak dalam memandang cinta. Seorang gadis kaya yang malang membawa nuansa komedi ala Glinda dari Wicked. Bahkan guru seni yang awalnya tampak seperti karikatur pedagogis akhirnya mendapat beberapa adegan paling menyentuh di serial ini.

Visual Monokrom dan Akhir yang Biasa Saja

Episode-episode terakhir menonjol lewat penggunaan visual monokrom artistik, diselingi kilasan warna. Teknik ini awalnya memiliki alasan naratif yang jelas, meski lama-kelamaan terasa kurang meyakinkan. Namun kualitas visualnya begitu kuat hingga sulit untuk benar-benar mempermasalahkannya. Bahkan, Love Through a Prism mungkin membantu memulihkan citra anime hitam-putih setelah kekecewaan Uzumaki.

Jika menilai sebuah serial dari penutupnya saja, maka anime ini mungkin terasa mengecewakan. Akhir ceritanya tidak spektakuler, namun juga tidak menjadi bencana. Ada banyak anime romantis yang lebih kuat—termasuk Emma: A Victorian Romance yang rilis dua dekade lalu. Love Through a Prism jelas tidak akan memiliki daya tahan budaya seperti Boys Over Flowers. Namun, sebagai karya yang dibuat dengan penuh perhatian dan keindahan visual, serial ini tetap sangat menghibur.

Penutup

Dengan total 20 episode—beberapa berdurasi panjang seperti Episode 6 yang mencapai 40 menit—serial ini nyaris setara dengan dua musim penuh. Episode terakhir bahkan ditutup dengan epilog pascakredit yang cukup panjang.

Love Through a Prism mungkin rapuh secara struktur, namun kuat dalam momen. Ia adalah anime yang lebih layak dinikmati perlahan, dirasakan lewat emosi dan visualnya, bukan dinilai semata dari logika cerita. Sebuah romansa seni yang indah, meski tak sempurna.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini