Tiga Guru Besar Undip Purna Tugas; Paparkan tentang AI dan Etika, Bahaya Sitting Desease dan Masa depan Urban Farming
Dani - 27 Agustus 2025 - RegionalProf. Dr. Drs. Iriyanto Widisuseno, M.Hum. dengan kepakaran Filsafat Ilmu menyoroti kecerdasan buatan (AI) dan masa depan kemanusiaan.
“AI memang mampu mengolah data dengan kecepatan luar biasa dan akurasi, tetapi ia tak bisa menggantikan empati, kreativitas, , intuisi, dan kebijaksanaan manusia. Menurutnya, AI bukanlah ancaman, melainkan mitra yang dapat memperkaya cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi,” paparnya.
Prof. Iriyanto menegaskan pentingnya memandang masa depan sebagai kolaborasi, bukan persaingan, antara manusia dan teknologi.
“Perguruan tinggi harus hadir sebagai motor penggerak dengan menyiapkan generasi yang terampil, beretika, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, AI benar-benar dapat digunakan untuk kebaikan bersama dan mendukung masa depan kemanusiaan yang cerdas dan bermartabat,” katanya.
Lebih lanjut Prof. Dr. dr. Hardhono Susanto, PAK., sebagai pakar anatomi kedokteran, mengingatkan tentang ancaman gaya hidup modern yang dikenal dengan istilah sitting disease. Ia menyoroti bagaimana kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik telah menjadi “pandemi senyap” yang memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes, obesitas, hingga gangguan kardiovaskular. Menurutnya, kesehatan sejati bukan hanya warisan genetik, tetapi hasil dari disiplin bergerak dan menjaga pola hidup sehari-hari.
Prof. Dr. dr. Hardhono menegaskan bahwa “movement is medicine” di mana gerak adalah obat. Ia mendorong masyarakat, terutama generasi muda dan kalangan profesional, untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas, mulai dari langkah sederhana seperti berjalan singkat setiap 20 menit, memilih tangga ketimbang lift, hingga mengintegrasikan olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan purna tugasnya, ia menitipkan pesan agar gaya hidup sehat tidak berhenti menjadi slogan, melainkan dipraktikkan sebagai fondasi kebahagiaan dan keberlangsungan hidup yang lebih bermakna
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Endang Dwi Purbayanti, M.S. mengangkat tema urban farming sebagai solusi keberlanjutan pangan perkotaan.
“Urban farming bukan sekadar bercocok tanam di kota, tetapi strategi menjaga kualitas hidup, menyediakan pangan sehat, dan menciptakan ruang hijau dan membuka peluang wirausaha baru. Di tengah keterbatasan lahan, inovasi seperti vertikultur, hidroponik, dan aquaponik menjadi kunci,” jelasnya.
Prof. Endang dengan keahliannya di bidang Ilmu Agronomi (Produksi Tanaman) menjelaskan bahwa manfaat urban farming melampaui aspek pangan di mana memberi lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus merevitalisasi lingkungan. Inilah bukti bahwa ilmu pertanian bisa menjawab tantangan peradaban modern. Dengan semangat itu, ia menutup paparannya bahwa bertani di perkotaan bukan sekadar tren, melainkan langkah nyata menuju kehidupan kota yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Holy
Komentar
Baca Juga
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Terkini
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 9 menit lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 32 menit lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 1 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 2 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 3 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 3 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 5 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 5 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 6 jam lalu