REVIEW The Roundup: Aksi Brutal Don Lee yang Menawan Meski Tak Banyak Berubah
Karso Aji - 05 Juni 2025 - SinemaSelain perannya yang mengantarkan penghargaan pertama lewat The Neighbor (2012), melejitkan popularitas internasional lewat Train to Busan (2016), serta menjadi pintu masuk ke Hollywood lewat Eternals (2021), film The Outlaws (2017) merupakan bagian krusial dalam karier Don Lee alias Ma Dong-seok. Film itu merupakan kesuksesan terbesarnya sebagai pemeran utama, dengan lebih dari 6,8 juta penonton tercatat di bioskop Korea Selatan.
Lima tahun kemudian, sekuelnya bertajuk The Roundup dirilis dan melampaui pencapaian pendahulunya. Saat tulisan ini dibuat, film tersebut telah disaksikan oleh lebih dari 7 juta orang, menjadikannya film Korea paling laris tahun 2022 dan menempati posisi ke-45 dalam daftar film Korea terlaris sepanjang masa.
Masih disutradarai oleh Kang Yoon-sung—yang juga mengarahkan Casino, proyek televisi yang menandai kembalinya Choi Min-sik ke layar K-drama setelah dua dekade lebih—film ini kini ditulis oleh Kim Min-sung. Meski demikian, The Roundup tetap melanjutkan pola yang dibangun The Outlaws, bahkan beberapa adegannya nyaris terasa seperti pengulangan langsung.
Struktur pembukaannya pun nyaris identik: penonton lebih dahulu diperkenalkan pada sosok antagonis bengis, kali ini Kang Hae-sang (diperankan brilian oleh Son Suk-ku) yang beroperasi di Vietnam. Baru setelah itu muncul sosok Ma Seok-do (Don Lee), si detektif pemilik tinju mematikan, yang bisa merenggut nyawa dalam satu hantaman.
Alur cerita pun tak jauh berbeda: Seok-do terbang ke Vietnam untuk memburu Hae-sang, yang telah menculik dan membunuh sejumlah turis asal Korea Selatan demi uang tebusan. Namun, konflik diperumit oleh kehadiran seorang ayah korban yang ingin membalas dendam secara pribadi. Meskipun melibatkan elemen baru, pola penceritaan tetap terasa familiar.
Dalam segi pendekatan, The Roundup lebih mengandalkan kekuatan fisik ketimbang strategi. Jika dalam The Outlaws sempat ada upaya penyergapan diam-diam, sekuelnya ini justru menampilkan aksi yang lebih frontal—Seok-do langsung mendatangi dan menghajar targetnya tanpa basa-basi.
Meski hal ini sedikit menyayangkan hilangnya elemen ketegangan taktis, sisi positifnya adalah lebih banyak ruang bagi aksi tangan kosong khas Don Lee. Film ini memahami bahwa kekuatan utamanya terletak pada sang aktor utama, dan mengeksploitasi hal itu secara maksimal dan memuaskan. Setiap kali Seok-do melepaskan pukulan, efek suara yang menggelegar membuat suara tembakan terdengar biasa saja.
Bila Anda mencari versi live-action dari One Punch Man, The Roundup bisa jadi jawabannya. Hanya dengan satu pukulan, musuh Seok-do langsung ambruk. Bahkan ada adegan di mana pukulannya di atas meja membuat seluruh bangunan bergetar—sebuah gambaran dramatis tentang kekuatan supernya. Humor dalam film juga meningkat, memberi keseimbangan antara kekerasan dan kelucuan.
Don Lee kembali menegaskan bahwa di balik tampangnya yang sangar, tersimpan talenta komedik yang tajam (bagi yang ragu, cobalah tonton Start-Up). Sementara itu, Park Ji-hwan kembali memerankan mantan gangster Chang Yi-soo dan sukses mencuri perhatian di setiap penampilan.
Namun, kekurangan utama terletak pada naskah. Kim Min-sung kurang mampu memperkuat citra "pelindung rakyat" dalam sosok Seok-do. Padahal, di film-film Don Lee, karakternya selalu menghantam demi melindungi, bukan sekadar menghukum. Dalam The Roundup, meski ia digambarkan mengejar Hae-sang demi keselamatan warga negara, motivasinya terasa kurang personal dan tidak cukup menyentuh emosi penonton.
Meski demikian, cerita yang sederhana tetap terselamatkan berkat intensitas aksi yang tinggi. Terlebih kali ini Seok-do mendapat lawan yang sepadan. Son Suk-ku tampil luar biasa sebagai penjahat keji yang menggunakan parang, dan siap membantai siapa pun tanpa pikir panjang. Meski secara fisik kalah dari Seok-do, kebrutalannya memberi ketegangan tersendiri. Adegan pertarungan klimaks di dalam bus pun menjadi salah satu aksi terbaik tanpa mengandalkan ledakan sama sekali.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
REVIEW YOUNG MOTHERS, Kelembutan sebagai Perlawanan: Kembalinya Dardenne Bersaudara ke Puncak Realisme Sosial
Sinema 6 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 1 hari lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Border 2: Sekuel Sarat Nostalgia tentang Keberanian, Persaudaraan, dan Pengorbanan
Sinema 2 hari lalu
ULASAN Sengkolo: Petaka Satu Suro – Horor Jawa yang Lebih Gelap, Emosional, dan Brutal
Sinema 2 hari lalu
Terkini
Polres Purbalingga Kerahkan Seluruh Mobil Dinas Polsek untuk Salurkan Air Bersih ke Lokasi Bencana
Ragam Nusantara 15 menit lalu
DPRD Kota Semarang Soroti Penghuni yang Gunakan Rusunawa hingga Turun Temurun
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kunjungi Pusat UMKM Dukungwaringin, Nawal Yasin Borong Kopi Khas Muria Kudus
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Fantagio Buka Suara soal Dugaan Penggelapan Pajak Cha Eun Woo, Minta Publik Hentikan Spekulasi
Lifestyle 5 jam lalu
REVIEW YOUNG MOTHERS, Kelembutan sebagai Perlawanan: Kembalinya Dardenne Bersaudara ke Puncak Realisme Sosial
Sinema 6 jam lalu
Xiaomi Luncurkan Tiga Produk AIoT Terbaru untuk Dukung Rumah Pintar Modern
Lifestyle 6 jam lalu
Tinjau Peternakan Ayam di Kudus, Nawal Yasin Dukung Program Penguatan Ketahanan Pangan
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Satu Ton NaCl Disemai di Perairan Utara Jateng
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Volkswagen ID.4 2027 Akan Berganti Nama Jadi ID. Tiguan, Meluncur Akhir Tahun Ini
Lifestyle 7 jam lalu
Sekda Jateng Cek Upaya Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang yang Belum Ditemukan
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Thomas Djiwandono Tegaskan Komitmen Jaga Independensi Bank Indonesia
Ekbis 8 jam lalu