ESDM Tingkatkan Produksi Minyak Nasional sebagai Antisipasi Gejolak Geopolitik Global
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan peningkatan produksi minyak dalam negeri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global, termasuk situasi politik yang tengah memanas di Venezuela.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan strategis dan optimalisasi produksi minyak.
“Sebagai langkah antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional serta mengoptimalkan produksi,” ujar Dwi Anggia
Upaya peningkatan produksi minyak nasional dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan metode produksi lanjutan, seperti hydraulic fracturing (fracking), enhanced oil recovery (EOR), serta horizontal drilling guna mendongkrak output minyak.
Selain aspek teknis, pemerintah juga mendorong reformasi fiskal, percepatan proses perizinan, dan peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier agar lebih menarik bagi investor sektor hulu migas. Pemerintah juga menargetkan reaktivasi sekitar 4.500 sumur minyak idle sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi.
“Kami terus memantau perkembangan situasi global, termasuk yang terjadi di Venezuela,” kata Anggia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan hingga saat ini belum terlihat dampak langsung situasi Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
“Sumber minyak mentah kita bukan berasal dari sana, melainkan dari wilayah lain. Jadi sejauh ini masih stabil,” ujar Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru 2025–2026 di Jakarta, Senin (5/1).
Meski demikian, Laode menegaskan pemerintah tetap melakukan pemantauan intensif dan langkah antisipatif terhadap kemungkinan dampak lanjutan, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.
“Antisipasi itu selalu ada,” tegasnya.
Pernyataan tersebut merespons perkembangan situasi politik di Venezuela yang tengah menjadi sorotan dunia internasional. Sejumlah media global melaporkan adanya serangan militer Amerika Serikat ke Caracas pada Sabtu (3/1). Presiden AS Donald Trump menyatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional. Sejumlah negara pun mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan unilateral tersebut. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menegaskan prinsip kedaulatan negara, larangan penggunaan kekerasan, serta penyelesaian konflik secara damai.
Sementara itu, Rusia dan Iran, yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Venezuela, turut mengecam keras aksi militer Amerika Serikat tersebut.
Editor: Lulu
Terkait
NYALAnusantara, Jepara- Spot wisata baru Pancen Jos (PJ)…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menjelang arus mudik Idul Fitri 1446…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - PT KAI Wisata turut mendukung…
NYALANUSANTARA, Semarang – Menyambut Hari Raya Idulfitri 2026,…
NYALANUSANTARA, Semarang — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana…
NYALANUSANTARA, Semarang – Tim Keuangan Kantor Wilayah Direktorat…
NYALANUSANTARA, Semarang – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Momentum mudik Idulfitri 2026 diyakini kembali…
NYALANUSANTARA, Banyumas— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Xiaomi Indonesia resmi menghadirkan Mijia Refrigerator…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Bagi banyak traveller Indonesia, Australia identik…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar…
Komentar