Mentan Andi Amran: Impor Pakan Jagung Kini Nol Persen Berkat Lonjakan Produksi Nasional

Mentan Andi Amran: Impor Pakan Jagung Kini Nol Persen Berkat Lonjakan Produksi Nasional

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa impor pakan jagung kini telah turun hingga nol persen, seiring meningkatnya produksi jagung dalam negeri. Kondisi ini dinilai menjadi kabar baik karena kebutuhan pakan untuk peternak rakyat kini semakin banyak dipenuhi dari produksi domestik.

Menurut Amran, Indonesia telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Produksi jagung nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 18 juta ton pipilan kering, didukung peningkatan hasil panen sebesar 4,18 persen pada kuartal awal tahun.

Ia juga menjelaskan bahwa adanya surplus produksi serta stok sisa (carry over) sekitar 4,5 juta ton dari tahun 2025 membuat pemerintah memutuskan untuk menghentikan impor jagung pada 2026.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang 2025 mencapai 16,16 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 1,02 juta ton atau 6,74 persen dibandingkan produksi 2024 yang berada di kisaran 15,14 juta ton.

Pada awal 2026, BPS juga mencatat potensi luas panen jagung masih menunjukkan tren positif. Untuk periode Januari hingga Maret 2026, luas panen diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare dengan potensi produksi sekitar 4,94 juta ton jagung pipilan kering.

Amran turut menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas dukungan terhadap program peningkatan produksi jagung nasional. Ia menilai kontribusi aparat dari tingkat pusat hingga daerah turut membantu mendorong peningkatan produksi hingga lebih dari satu juta ton.

Selain itu, impor jagung untuk kebutuhan industri pangan juga mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya mencapai sekitar 1,4 juta ton, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 800 ribu ton, menandakan kemampuan produksi dalam negeri semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan nasional.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini