Raflesia Arnoldii Jadi Andalan Wisata Edukatif di Kabupaten Agam
NYALANUSANTARA, Agam, Sumatera Barat – Pemerintah Kabupaten Agam berupaya mengembangkan potensi bunga langka Raflesia arnoldii sebagai destinasi wisata edukatif dan minat khusus. Langkah ini ditujukan untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Dedi Asmar, pemanfaatan bunga raflesia tidak hanya sebatas objek wisata biasa, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar sebagai mitra dalam pengelolaan potensi ini.
"Keberadaan bunga raflesia sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Ini bisa menjadi magnet wisata yang berkelanjutan," ujarnya pada Rabu di Lubuk Basung.
Dedi menambahkan bahwa pihaknya juga akan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di lokasi-lokasi tumbuhnya bunga raflesia. Tujuannya adalah meningkatkan keterlibatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian bunga tersebut. Dalam proses ini, BKSDA akan dilibatkan terutama dalam hal pengawasan dan informasi waktu mekarnya bunga.
Saat ini, keberadaan bunga raflesia lebih banyak dikenal di Koto Rantang dan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh. Padahal, menurut Dedi, wilayah Agam memiliki banyak titik lain yang juga menjadi habitat bunga langka ini, namun masih minim promosi sehingga belum banyak diketahui oleh wisatawan.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengungkapkan bahwa terdapat 18 titik sebaran bunga raflesia di Agam. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan seperti Palembayan, Tanjung Raya, Baso, Kamang Magek, Malalak, Matur, Palupuh, dan Tilatang Kamang.
Raflesia arnoldii sendiri merupakan spesies bunga yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan pembaruannya dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem.
Bunga ini dikenal sebagai salah satu bunga terbesar di dunia dan tergolong tumbuhan parasit obligat dari famili Rafflesiaceae. Keunikannya terletak pada bentuknya yang tidak memiliki batang, akar, atau daun, melainkan hanya muncul sebagai bunga mekar berukuran besar.
Potensi inilah yang kini ingin diangkat oleh Kabupaten Agam sebagai daya tarik wisata yang berbeda, berbasis konservasi dan edukasi, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui keanekaragaman hayati yang dimilikinya.
Editor: Lulu
Terkait
NyalaNusantara.com, Magelang - Berbagai daerah saat ini tengah…
NYALANUSANTARA, Jepara- Perbaikan infrastruktur jalan akan menjadi salah…
NYALANUSANTARA, Boyolali - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pengiriman kendaraan dari pabrik ke dealer, atau…
NYALANUSANTARA, Semarang— Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak…
Film Thailand Gohan: Heart of Home mulai mencuri…
Film Ip Man: Kung Fu Legend kembali mengangkat…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kota Semarang akan menjadi panggung…
Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan…
NYALANUSANTARA, Salatiga – Kanwil Kemenkum Jateng menjalin kerja…
NYALANUSANTARA, Semarang— Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akan segera…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan…
NYALANUSANTARA, Semarang— Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengumpulkan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus…
Komentar