Kota Semarang Luncurkan Aplikasi 'Warak Semar' sebagai Wadah Jual-Beli Hasil Urban Farming

Kota Semarang Luncurkan Aplikasi 'Warak Semar' sebagai Wadah Jual-Beli Hasil Urban Farming

semarangkota.go.id

NyalaNusantara.com, Semarang - Pemerintah Kota Semarang akan segera meluncurkan aplikasi inovatif bernama Warung Rakyat Kota Semarang (Warak Semar), yang bertujuan memfasilitasi jual-beli hasil urban farming warga. 

Inovasi digital ini merupakan bagian dari inisiatif Toko Pangan Aman Tersedia untuk Warga Kita (Pandawa Kita) yang bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengungkapkan bahwa Warak Semar merupakan turunan dari Pandawa Kita dan akan segera diluncurkan serta diresmikan oleh Pejabat Sementara Gubernur Jateng. 

Aplikasi ini memungkinkan transaksi secara online, memotong kebutuhan untuk datang langsung. Warak Semar akan menjadi platform bagi hasil urban farming warga Kota Semarang.

“Jadi warung rakyat Kota semarang yang tadi adalah turunan Pandawa Kita, namanya Warak Semar. Aplikasi ini akan segera dilaunching dan diresmikan bapak Pj Gubernur Jateng. Dengan aplikasi ini, transaksi tidak harus datang tetapi bisa membeli secara online, karena apapun ini kan digitalisasi. Warak Semar akan menampung hasil urban farming warga Kota Semarang,” ujar Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu

Hevearita menjelaskan bahwa Warak Semar tidak hanya diperuntukkan bagi petani dan masyarakat umum, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan siswa di Kota Semarang untuk menjual hasil urban farming dari sekolah. 

Sekolah-sekolah akan didorong untuk mengembangkan urban farming dengan memanfaatkan lahan yang luas, yang diharapkan dapat memotong rantai distribusi dan mengurangi harga kebutuhan pokok.

“Akan memotong rantai distribusi yang banyak, sehingga orang bisa langsung membeli atau menjual. Semuanya KWT (Kelompok Wanita Tani-red) dan masyarakat, bisa menggunakannya. Jika ini bisa dilakukan, Kota Semarang bisa mandiri pangan,” jelasnya. 

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menambahkan bahwa Warak Semar tidak hanya berguna bagi petani dan penggiat budi daya tanaman produktif. 

Aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh paguyuban peternak serta menjadi sumber pendapatan tambahan bagi siswa sekolah yang menjual hasil urban farming mereka. 


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini