Kementan Siapkan Langkah Antisipatif Stabilisasi Harga Pakan Ternak

Kementan Siapkan Langkah Antisipatif Stabilisasi Harga Pakan Ternak

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak di tengah lonjakan harga jagung dalam sebulan terakhir.

Menurut Agung, upaya tersebut meliputi imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga mempertemukan kelompok tani dengan pemasok jagung. “Langkah ini diambil agar biaya produksi tidak melonjak dan masyarakat tetap bisa mengakses protein hewani dengan harga terjangkau,” ujarnya, Minggu (8/9).

Kementan juga menggandeng Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan, serta pemerintah daerah untuk memastikan pasokan dan distribusi jagung berjalan lancar serta mencegah praktik penimbunan oleh oknum pedagang. Agung menekankan bahwa swasembada pangan yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hanya dapat terwujud jika semua pihak—mulai dari petani jagung, pelaku usaha pakan, hingga peternak unggas—bersatu menjaga kestabilan harga.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa keluhan peternak sudah ditindaklanjuti melalui program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) jagung. Ia meminta peternak bersabar karena seluruh proses penyaluran cadangan jagung pemerintah dilakukan sesuai aturan.

Berdasarkan data Panel Harga Bapanas per Minggu pukul 13.40 WIB, harga jagung tingkat konsumen tercatat Rp6.602 per kg, turun tipis dari Rp6.623 per kg, sementara harga jagung pipilan kering di tingkat produsen naik menjadi Rp5.511 per kg dari sebelumnya Rp5.500 per kg.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini