Sreeleela Tegaskan Nomor Tari Bukan Prioritas Karier Jelang Rilis Film “Parasakthi”

Sreeleela Tegaskan Nomor Tari Bukan Prioritas Karier Jelang Rilis Film “Parasakthi”

NYALANUSANTARA, JEMBER- Sreeleela siap kembali menyapa penonton layar lebar lewat film drama sejarah politik Parasakthi yang dijadwalkan tayang pada 10 Januari 2026, bertepatan dengan perayaan Pongal. Menjelang perilisannya, aktris muda tersebut angkat bicara mengenai lonjakan popularitas yang ia rasakan usai tampil menari di Pushpa 2: The Rule, sekaligus menegaskan bahwa nomor tari semacam itu bukan tujuan utama dalam perjalanan kariernya.

Sreeleela secara terbuka mengakui bahwa tampil dalam nomor tari spesial bukanlah hal yang ia sukai. Dalam wawancara bersama Galatta Plus, ia mengatakan bahwa keputusan untuk menari di Pushpa 2 merupakan pengecualian dari prinsip yang selama ini ia pegang.

“Melakukan nomor tari khusus bukanlah kebiasaan saya. Saya hanya mengambil keputusan sulit itu untuk Pushpa 2: The Rule. Saya lebih senang menari dalam film yang memang saya bintangi, bukan sekadar tampil di proyek lain,” ujar Sreeleela.

Meski demikian, ia tidak menyesali pilihannya tersebut. Menurutnya, pengalaman menari di Pushpa 2 memberikan dampak besar terhadap jangkauan popularitasnya. “Saya percaya keputusan itu tepat karena jangkauan yang saya dapatkan luar biasa. Di Parasakthi, saya hanya memiliki nomor tari ringan seperti Ratnamala,” tambahnya.

Sebagai informasi, Sreeleela beradu peran dengan Allu Arjun dalam film blockbuster Pushpa 2: The Rule yang dirilis pada 2024. Keduanya tampil bersama dalam lagu viral “Kissik” yang digubah oleh Devi Sri Prasad dan mendapat sambutan luas dari penonton.

Dalam waktu dekat, Sreeleela akan tampil dalam Parasakthi, film yang dibintangi bersama Sivakarthikeyan dan Ravi Mohan. Film ini merupakan drama sejarah politik yang ditulis dan disutradarai oleh Sudha Kongara, sineas di balik Soorarai Pottru.

Parasakthi berlatar Madras era 1960-an dan mengisahkan dua bersaudara—satu bekerja di Perusahaan Kereta Api dan satu lagi seorang mahasiswa—yang terpecah akibat gejolak sipil dan campur tangan pemerintah. Konflik memuncak hingga akhirnya keduanya bersatu kembali demi tujuan bersama untuk melawan penindasan. Sivakarthikeyan berperan sebagai tokoh utama, sementara Ravi Mohan dikabarkan memerankan antagonis sentral, dengan Atharvaa Murali sebagai salah satu pemeran pendukung penting.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini