sinopsis Undertone, Teror Horor A24 yang Menyerang Lewat Suara dan Keheningan

sinopsis Undertone, Teror Horor A24 yang Menyerang Lewat Suara dan Keheningan

Studio A24 kembali menegaskan ciri khasnya dalam menghadirkan film horor yang keluar dari pakem arus utama. Lewat film terbarunya berjudul Undertone, rumah produksi ini menawarkan pengalaman menegangkan yang tidak bertumpu pada darah atau penampakan ekstrem, melainkan pada kekuatan suara yang sunyi, intim, dan perlahan menggerogoti psikologis penonton. Sejak trailer perdananya dirilis, Undertone langsung mencuri perhatian publik.

Cuplikan film ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet mengaku merasakan sensasi merinding hanya dari potongan audionya, bahkan tanpa perlu menyaksikan visual apa pun. Reaksi tersebut menjadi indikasi kuat bahwa Undertone hadir dengan pendekatan horor yang berbeda dan tak biasa.

Kisah Undertone berpusat pada Evy, seorang host podcast bertema paranormal yang dikenal skeptis terhadap hal-hal gaib. Bersama rekannya, Justin, ia rutin membahas kisah-kisah misterius, meski sudut pandang mereka sering bertolak belakang. Justin cenderung percaya, sementara Evy lebih mengedepankan logika dan keraguan.

Situasi berubah ketika Evy kembali ke kampung halamannya untuk merawat sang ibu yang berada di ambang kematian. Di tengah kondisi emosional yang rapuh, Evy menerima rekaman suara anonim dari sepasang suami istri yang mengaku dihantui suara aneh di rumah mereka. Awalnya, rekaman tersebut hanya dianggap materi menarik untuk konten podcast. Namun, perlahan suara-suara itu justru menyeret Evy ke dalam teror yang semakin personal dan mengusik batinnya.

Rasa ingin tahu mendorong Evy dan timnya untuk mengulik rekaman tersebut lebih jauh, termasuk dengan memutarnya secara terbalik. Dari sinilah mimpi buruk dimulai. Audio yang semula terdengar samar mulai memperlihatkan pesan tersembunyi yang seolah berkaitan langsung dengan kehidupan Evy, membuat batas antara cerita dan realitas kian kabur.

Keunggulan utama Undertone terletak pada keberaniannya menjadikan suara sebagai pusat ketegangan. Trailer film ini dipenuhi bisikan halus, jeritan tertahan, napas terengah, hingga suara anak kecil yang terdengar polos namun menimbulkan rasa ngeri. Beberapa dialog singkat justru terasa semakin mencekam karena hadir di tengah keheningan yang panjang.

Pendekatan tersebut membuat Undertone terasa sebagai horor psikologis yang merayap perlahan. Ketakutan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan tumbuh pelan-pelan dan menetap lama di benak penonton. Tak sedikit yang menyebut film ini sebagai mimpi buruk berbasis audio yang benar-benar menguras saraf.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini