sinopsis Lift, Teror Psikologis dalam Ruang Sempit yang Mengguncang Emosi

sinopsis Lift, Teror Psikologis dalam Ruang Sempit yang Mengguncang Emosi

Film thriller psikologis Lift siap menghantui penonton bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026. Menjadi debut penyutradaraan Randy Chans, film ini menghadirkan sensasi berbeda dengan menjadikan ruang terbatas sebagai pusat ketegangan. Diproduksi oleh Trois Films bersama Maxima Pictures, Lift membawa penonton ke dalam situasi mencekam yang nyaris tanpa celah untuk melarikan diri, baik secara fisik maupun batin.

Kisahnya berakar dari tragedi kecelakaan lift di gedung milik PT Jamsa Land enam tahun lalu yang merenggut banyak korban jiwa. Teror masa lalu itu kembali muncul ketika Linda, staf humas perusahaan, tiba-tiba terjebak sendirian di dalam lift kantor yang mendadak berhenti. Situasi semakin genting saat ia dihubungi sosok misterius melalui interkom.

Ancaman demi ancaman dilontarkan, termasuk kabar bahwa anak Linda berada dalam bahaya. Dalam tekanan ekstrem, Linda dipaksa menuruti perintah-perintah berisiko tinggi yang perlahan membuka tabir rahasia kelam di balik tragedi tersebut. Sekitar 70 persen cerita berlangsung di dalam lift, menjadikannya arena hidup dan mati yang menekan mental penonton secara intens.

Daya tarik lain film ini terletak pada kehadiran Shareefa Daanish sebagai Doris, figur yang menjadi sumber teror psikologis utama. Meski tak selalu tampil dominan, kemunculannya yang singkat namun efektif mampu menumbuhkan rasa waswas dan paranoia. Lift menegaskan kekuatannya bukan pada jumpscare visual, melainkan pada permainan emosi dan kecemasan yang terus dibangun.

Produser Ario Sagantoro menyebut film ini dirancang agar penonton ikut merasakan sensasi terkurung. Dengan ruang gerak yang minim, ketegangan dihadirkan melalui dialog, ekspresi, serta konflik batin karakter, alih-alih adegan horor konvensional.

Ismi Melinda, pemeran Linda, mengungkapkan bahwa syuting di dalam lift menjadi tantangan besar karena menuntut eksplorasi emosi yang mendalam. Karakternya digambarkan sebagai profesional yang menjaga citra perusahaan sekaligus ibu tunggal yang berjuang demi keselamatan anaknya. Sementara itu, Max Metino sebagai Anton—seorang influencer penuh intrik—menjadi pemicu konflik tambahan. Demi membangun chemistry dan tensi, para pemain menjalani reading dan workshop intensif hingga sebulan, bahkan langsung di dalam lift.

Sebelum rilis di Indonesia, Lift telah terpilih sebagai Official Selection Dubai City Film Festival 2025 dan meraih empat nominasi di Los Angeles Fantasy Fest 2025, termasuk Best Feature Film. Deretan pemain pendukung seperti Verdi Solaiman, Alfie Alfandy, T. Rifnu Wikana, Tegar Satrya, Berliana Lovell, dan Luthi Saputra semakin memperkuat film ini. Dengan pendekatan minimalis namun menghantam emosi, Lift hadir sebagai tontonan thriller psikologis lokal yang berani dan menguras perasaan.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini