Lamborghini Batalkan EV Pertama Lanzador, Pilih Hadirkan Versi Hybrid Plug-in

Lamborghini Batalkan EV Pertama Lanzador, Pilih Hadirkan Versi Hybrid Plug-in

INSTAGRAM autocar_india

NYALANUSANTARA, KENDAL- Lamborghini resmi membatalkan rencana menghadirkan mobil listrik murni pertamanya, Lanzador. Model yang sebelumnya diproyeksikan menjadi EV penuh itu kini akan dipasarkan sebagai kendaraan hybrid plug-in (PHEV). Keputusan ini diambil setelah evaluasi internal terhadap minat konsumen serta kesiapan pasar supercar listrik.

Lanzador pertama kali diperkenalkan sebagai mobil konsep pada 2023 dan semula dijadwalkan masuk jalur produksi pada 2028, sebelum akhirnya mundur ke 2029. Namun, perubahan strategi membuat Lamborghini mengalihkan fokusnya dari listrik penuh ke teknologi hybrid.

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyebut bahwa tingkat penerimaan kendaraan listrik di kalangan target pasar mereka “mendekati nol”. Menurutnya, pelanggan Lamborghini sangat menghargai pengalaman emosional yang ditawarkan mobil bermesin pembakaran internal—mulai dari suara, respons, hingga sensasi mekanis khas mesin V8 dan V12.

Winkelmann menilai mobil listrik belum mampu menghadirkan koneksi emosional serupa. Ia juga mengingatkan bahwa memaksakan investasi besar pada EV tanpa permintaan yang jelas berpotensi menjadi langkah yang berisiko secara finansial. Bahkan, ia menyebut dorongan agresif ke arah listrik penuh sebagai “hobi yang mahal”. Lamborghini, tegasnya, akan mempertahankan mesin pembakaran internal “selama mungkin”.

Lanzador Tetap Hadir, Namun sebagai PHEV

Meski versi listrik murninya dibatalkan, nama Lanzador tetap dipertahankan. Model ini akan diluncurkan sebagai plug-in hybrid, memadukan mesin pembakaran internal dengan dukungan motor listrik. Strategi ini dinilai mampu menjaga karakter performa sekaligus memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat.

Selain itu, rencana menghadirkan penerus SUV andalan Lamborghini Urus dalam versi listrik penuh juga untuk sementara dikesampingkan. Lamborghini enggan mengambil risiko pada model terlaris dan tulang punggung komersialnya di tengah ketidakpastian permintaan EV.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini