Cinta WIC Semarang untuk Penyitas Kusta Liposos Donoroje
NYALANUSANTARA, Semarang- Penyakit kusta atau disebut juga lepra adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti masyarakat. Hal itu disebabkan masih adanya stigma dari masyarakat bahwa kusta adalah penyakit menular yang "menjijikan" sekaligus "menakutkan".
Menjijikkan karena penyakit kulit ini ditandai dengan borok atau luka yang berbau dan kadang berdarah. Sedang menakutkan lebih disebabkan dari dampak lanjutan penyakit kusta yang bisa berupa hilangnya anggota tubuh seperti jari-jari tangan atau pun amputasi sebagian kaki. Satu lagi yang menjadi momok, stigma penyakit kusta menular menyebabkan mereka dihindari dan bahkan disingkirkan dari kehidupan masyarakat.
Padahal kusta bukanlan penyakit yang mematikan. Hal itu disampaikan oleh Presiden WIC Semarang, Mimet EP Sidharta saat melakukan kunjungan bakti sosial ke Lingkungan Pondok Sosial ( Liposos) Donorejo bersama sejumlah pengurus WIC Semarang, Agustus 2025.
"Sepengetahuan saya penyakit kusta bisa disembuhkan asal segera terdeteksi kumudian rutin minum obat ditunjang pola hidup sehat dan kebersihan terjaga," ucap Mimet.
Kondisi yang sangat memprihatinkan inilah yang menarik simpati dari Woman Internasional Club ( WIC) untuk memberikan perhatian khusus kepada penderita dan penyitas kusta yang dilokalisir di Lingkungan Pondok Sosial ( Liposos) Donorejo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Sudah lebih 40 tahun silam, WIC secara kontinu memberikan hati dan cintanya dengan mengunjungi serta berbagi.
Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa uang, bahan makanan, obat-obatan dan aneka kebutuhan hidup, tapi lebih dari itu "cinta" yang besar yang mengharapkan mereka bisa mandiri, hidup layak dan juga bisa diterima di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk cinta yang diberikan WIC Semarang kepada penderita dan pentitas kusta dilakukan belum lama ini. Kunjungan dan penyerahan bantuan dipimpin Presiden WIC Semarang Mimet EP Sidharta.
Satu hal yang menarik, dalam kegiatan anjangsana tersebut, anggota WIC Semarang berinteraksi dengan akrab dengan penghuni Liposos Donorejo. Meski dalam ruangan yang dipisahkan tembok pembatas namun interaksi berlangsung hangat. Sebagai bukti bahwa penyakit kusta yang sudah sembuh tidak menular asal diikuti dengan pemenuhan gizi dan kondisi tubuh yang fit, antar anggota WIC dan penyitas kusta bersalaman dan bergaul akrab.
"Penyakit kusta bisa sembuh dan bisa diobati," kata Amasia, pemerhati penghuni Liposos Donorejo asal Korea.
Pekerja sosial yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan itu sengaja datang ke Liposos Donorejo untuk melayani penderita kusta.
Kondisi Memprihatinkan
Kondisi Liposos Donorejo sendiri saat ini relatif baik. Dibagi dalam 8 blok rumah tinggal, sebanyak 19 KK menempati pondok yang tersedia. Lingkungan relatif bersih dilengkapi dengan sumur air bersih sumbangan WIC Semarang. Sebelumnya banyak sumbangan yang sudah diberikan WIC Semarang antara lain kambing ternak, bibit buah mangga dan pelatihan berbagai ketrampilan serta bantuan biaya listrik. "Sampai sekarang kehidupan mereka masih butuh bantuan," jelas Mimet.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Brebes– Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Brebes menyelenggarakan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jepara - Tim Pengabdian Kolaborasi Antar Perguruan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas PGRI Semarang atau UPGRIS…
NYALANUSANTARA, Semarang – Ditressiber Polda Jateng berhasil menemukan…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Menjelang pemilihan kepala desa serentak…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo – Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum…
NYALANUSANTARA, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Perum Bulog menyiapkan 300 ribu ton beras…
NYALANUSANTARA, Semarang — Genap satu tahun hadir sebagai…
NYALANUSANTARA, Semarang - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo – Kanwil Kemenkum Jateng bekerja sama…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong…

Komentar