Melalui Salak Bali, Indonesia Raih Penghargaan Sistem Warisan Pertanian Penting Global Pertama dari FAO

Melalui Salak Bali, Indonesia Raih Penghargaan Sistem Warisan Pertanian Penting Global Pertama dari FAO

Tentang Sistem Agroforestri Salak Karangasem
Sistem agroforestri Karangasem mengintegrasikan budidaya salak dengan berbagai tanaman lain di wilayah paling kering di Bali, sehingga memungkinkan panen sepanjang tahun dan menciptakan lanskap pertanian yang kaya keanekaragaman hayati. Sistem ini dikembangkan oleh masyarakat adat Bali melalui penerapan sistem budidaya terpadu lima strata. Seluruh bagian tanaman salak dimanfaatkan, sehingga menjadi komoditas yang tanpa limbah (zero-waste crop).

Berakar pada filosofi tradisional Bali “Tri Hita Karana” dan “Tri Mandala”, yang juga telah diakui sebagai Lanskap Budaya UNESCO, sistem ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Melalui sistem berkelanjutan ini, para petani lokal berkontribusi dalam meningkatkan keanekaragaman hayati, mengonservasi air, menyerap karbon, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan berbagai manfaat lingkungan global lainnya, sekaligus melestarikan warisan budaya dan menopang penghidupan masyarakat setempat.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini