Mahasiswa Asia Tenggara Rasakan Pengalaman Budaya Mendalam Selama Kunjungan ke Shanxi, Tiongkok

Mahasiswa Asia Tenggara Rasakan Pengalaman Budaya Mendalam Selama Kunjungan ke Shanxi, Tiongkok

   Agnes Dwi Maharani Callista, teman kuliah Nabila yang juga berasal dari Indonesia, lebih tertarik dengan kawasan wisata budaya Xizhen Suzhuang di Kota Jincheng, di mana berbagai adat istiadat untuk pernikahan lokal yang kompleks, historis, dan unik menjadi daya tarik pariwisata utama.

   "Xizhen" berarti "Kota Kebahagiaan" dalam bahasa Mandarin. Di sini, aula pernikahan tradisional, pameran budaya pernikahan, serta busana daerah yang khas menarik minat banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

   Sebagai warga keturunan Tionghoa di Indonesia, Agnes sudah lama ingin melihat langsung kebudayaan Tionghoa di China. Setelah mengenakan kostum tradisional Hanfu, Agnes mengaku bahwa menyaksikan budaya secara langsung jauh lebih menarik dibanding mempelajarinya melalui cara lain.

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan Nabila Putri Maghfira (kiri), mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Shanxi Medical University, memotret temannya di Xizhen Suzhuang, sebuah objek wisata budaya pernikahan di Provinsi Shanxi, China utara, baru-baru ini. (Xinhua/Li Yuanhao)

   Para mahasiswa juga terinspirasi oleh penggunaan teknologi tinggi dalam pemberdayaan industri pariwisata di China. Kham Hein Thwe, mahasiswi asal Myanmar yang mengambil jurusan Administrasi Bisnis di Universitas Shanxi, menyelami suasana budaya dalam pameran porselen di Jincheng.

   Selain benda pameran yang elok, dia penasaran dengan sebuah alat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu memproduksi gambar motif porselen hanya dengan beberapa perintah dan coretan sederhana.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini