Sisi Unik Tayangan Program Bintang MBG: Beda Usia dan Pengalaman Kerja Tidak Jadi Kendala

Sisi Unik Tayangan Program Bintang MBG: Beda Usia dan Pengalaman Kerja Tidak Jadi Kendala

NYALANUSANTARA, Semarang- Perbedaan usia dan pengalaman dari tim program televisi Bintang MBG bukan kendala, justru itu menjadi sisi unik dari tim kreatif Dreamlight- GarudaTV untuk penyutradaraan, kamera, editing, tata suara, host dan tim survei.

"Tim Bintang MBG dengan rentang usia yang cukup beragam dari gen Z sampai generasi X memberi nuansa  beragam," kata Eko Nugroho, MBA selaku founder dan CEO Dreamlight World Media (DWM), Rabu 3 Desember 2025.
 
Hal itu dibenarkan Igie Hariyanta produser Bintang MBG, bahwa bagaimana personel menyadari peran dan fungsinya masing-masing, tidak ada yang merasa lebih penting. "Karena Bintang MBG adalah kerja tim, sehingga dipastikan semua komponen dalam tim bekerja optimal," ujarnya.

Bintang MBG adalah sebuah tayangan inspiratiif untuk mencari mereka yang bekerja di dapur MBG yaitu SPPG di seluruh Indonesia.

Bintang MBG sudah mulai tayang Desember ini di GarudaTV. Namun berbeda dari program realiti yang pernah dibesut DWM seperti Tolong!, Tukar Nasib, Bedah Rumah dan yang lain, Bintang MBG lebih transparan, artinya, pengambilan (shooting) berdasar penjadwalan.

"Sesuai prosedur, sebelumnya harus ada surat pemberitahuan dan ijin dari Kantor Pelayanan Pemenuhan GizI.(KPPG), maka SPPG kami info untuk syuting, tetapi mereka tidak tahu apa agenda kami," ujar Igie Hariyanta.

"Petugas SPPG tetap beraktivitas seperti biasa, itu yang kita shoot. Sebelumnya tim survei telah mengamati anak sekolah, guru, ortu plus membagi quesioner untuk penerima manfaat, setelah itu hasil kita bahas di kantor. Untuk SPPG kita amati SOP, kelengkapan, bahan baku, packing, dan dstribusi," sambungnya

Untuk itu perlunya mekamisme. Berikut lima tahap utama dalam proses penilaian hingga penentuan penerima Bintang MBG, yakni tahap Pengamatan Lapangan & Usulan.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini