Pertegas Komitmen Reformasi Birokrasi, Kemenkum Jateng Teken Komitmen Bersama ZI dan Perjanjian Kinerja 2026

Pertegas Komitmen Reformasi Birokrasi, Kemenkum Jateng Teken Komitmen Bersama ZI dan Perjanjian Kinerja 2026

NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menegaskan komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani melalui Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas, Pakta Integritas, serta Perjanjian Kinerja Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kresna Basudewa Kanwil Kemenkum Jateng, Selasa (13/01).

Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan tugas mandatori yang wajib dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Hukum.

Penandatanganan Komitmen Bersama dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jateng, Heni Susila Wardoyo, bersama para Kepala Divisi, Kepala Unit Pelaksana Teknis, serta Pejabat Administrasi. Dalam Piagam Komitmen Bersama tersebut, Kemenkum Jateng menyatakan tekad kuat untuk membangun Zona Integritas secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, dia juga menandatangani Pakta Integritas yang memuat tujuh poin utama, antara lain komitmen untuk bersikap proaktif dalam upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), bekerja secara transparan dan akuntabel, menghindari konflik kepentingan, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja antara Kakanwil dan para Kepala Divisi. Perjanjian ini memuat gambaran penugasan dari pimpinan instansi kepada unit di bawahnya dalam melaksanakan program dan kegiatan yang disertai indikator kinerja sebagai tolok ukur capaian.

Dalam sambutannya, Heni Susila Wardoyo menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar kegiatan seremonial atau upaya mengejar predikat semata, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang berbasis teknologi informasi, namun tetap diimplementasikan secara optimal dalam praktik sehari-hari.

“Esensi pembangunan Zona Integritas adalah kepuasan masyarakat. Bukan hanya soal sertifikasi, tetapi bagaimana layanan yang kita berikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.


Editor: Holy

Komentar

Terkini