Waspada Aquaplaning di Jalur Pantura, Mengerem Mendadak Saat Hujan Bisa Jadi Fatal

Waspada Aquaplaning di Jalur Pantura, Mengerem Mendadak Saat Hujan Bisa Jadi Fatal

NYALANUSANTARA, Semarang – Jalur Pantura (Jalur Pantai Utara) tetap menjadi urat nadi logistik utama di Indonesia. Namun, saat musim hujan tiba, aspal mulus maupun beton di jalur ini menyimpan risiko mematikan yang sering diremehkan oleh pengendara motor yaitu Aquaplaning.

Menurut Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng menjelaskan bahwa aquaplaning atau hydroplaning terjadi ketika ban motor kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan karena terhalang oleh lapisan air. Harusnya ban bisa membelah air, ban justru "mengapung" di atasnya.

Di jalur Pantura, risiko ini meningkat karena beberapa faktor:

•Kecepatan Tinggi: Banyak pengendara memacu motor di atas 60 km/jam saat kondisi sepi.

•Kondisi Ban: Ban yang sudah tipis (botak) tidak memiliki alur (pattern) yang cukup untuk membuang air.

•Permukaan Jalan: Adanya cekungan kecil atau beda tinggi antara aspal dan beton yang menampung air.

Insting pertama pengendara saat merasakan motor goyang atau melintasi genangan adalah menarik tuas rem sedalam mungkin dan ini adalah kesalahan fatal. Saat terjadi aquaplaning, roda tidak memiliki traksi atau cengkraman ke aspal. Jika kita mengerem secara mendadak (terutama rem depan), roda akan langsung terkunci (locking). Karena tidak ada gesekan antara ban dan aspal, motor akan terpelanting atau lowside seketika. Di jalur sepadat Pantura, terjatuh di tengah jalan berarti risiko tertabrak kendaraan besar dari belakang.


Editor: Holy

Komentar

Terkini