Tahun 2026 akan Ada Audit Kepatuhan dari Inspektorat Terkait MBG

Tahun 2026 akan Ada Audit Kepatuhan dari Inspektorat Terkait MBG

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono PS, menyoroti pentingnya manajemen menu untuk menjaga stabilitas harga pasar. Ia memberikan contoh jika seluruh SPPG memasak menu telur pada hari yang sama, stok telur di pasar akan habis dan harga dapat melonjak, menyebabkan inflasi.

"Kita perlu manajemen waktu dan substitusi komoditas. SPPG antar wilayah bisa berbagi jadwal menu agar serapan bahan baku merata dan harga tetap stabil," jelas Adi. Ia juga mendorong yayasan untuk menggunakan Koperasi atau Bumdes sebagai mitra penyedia bahan baku untuk memastikan legalitas dan keberlanjutan ekonomi desa.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah, Reza Mahendra, menambahkan bahwa mulai tahun 2026, akan ada audit kepatuhan dari inspektorat. Oleh karena itu, transparansi harga dan laporan keuangan menjadi hal yang sangat penting.

Satgas MBG kini diperkuat hingga tingkat kecamatan, dengan Camat dan Puskesmas aktif melakukan monitoring terhadap 71 titik SPPG yang ada, dan target pengembangan program hingga 90 lokasi di masa mendatang.

Program MBG di Banjarnegara diharapkan tidak hanya menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan pelaku UMKM di daerah tersebut. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait, Banjarnegara berharap dapat mencapai keberhasilan yang berkelanjutan dalam menciptakan ekonomi lokal yang kuat dan mandiri.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini