Terobosan Medis: Tes Tusuk Jari Pertama di Dunia Perluas Akses Diagnosis Hepatitis B

Terobosan Medis: Tes Tusuk Jari Pertama di Dunia Perluas Akses Diagnosis Hepatitis B

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sebuah uji coba pertama di dunia yang dilakukan di Australia menemukan bahwa tes tusuk jari ( fingerstick test ) sederhana untuk mendeteksi DNA hepatitis B memiliki tingkat akurasi yang setara dengan pengujian standar laboratorium, membuka jalan bagi akses yang lebih luas di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan sumber daya.

   Dipublikasikan dalam Journal of Clinical Microbiology, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengujian di tempat perawatan ( point-of-care-testing /POCT) dapat memberikan hasil dalam waktu satu jam dan dilakukan di klinik terdesentralisasi, mengatasi keterlambatan yang disebabkan oleh pengujian berbasis laboratorium, menurut pernyataan dari Institut Kirby di Universitas New South Wales Australia pada Kamis (5/2).

   "Hasil uji coba kami menemukan bahwa POCT dengan metode tusuk jari sangat akurat, hampir sama akuratnya dengan tes tradisional," ujar Profesor Gail Matthews yang memimpin penelitian tersebut di Institut Kirby.

   Temuan ini berpotensi untuk "memiliki akses ke pengujian dan pengobatan secara global", terutama di daerah-daerah di mana akses ke pengujian terbatas, kata Matthews.

   Hepatitis B, infeksi virus yang menyerang organ hati, diperkirakan diderita sekitar 254 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, menurut data.

   Meski dapat dicegah dengan vaksin, hanya sekitar 8 persen dari mereka yang menderita hepatitis B kronis yang menjalani pengobatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

   Tes baru itu dapat mendukung upaya global untuk mencapai target WHO dalam mengeliminasi hepatitis B sebagai ancaman kesehatan masyarakat per 2030, imbuh pernyataan tersebut.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini