Hadapi Evolusi Penyakit Polio, Pakar UNAIR Sebut Perlu Pendekatan Holistik

Hadapi Evolusi Penyakit Polio, Pakar UNAIR Sebut Perlu Pendekatan Holistik

Prof Dr Phil Toetik Koesbardiati, DFM PA(k), Pakar Paleoantropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga

NYALANUSANTARA, Surabaya - Kecemasan akan kemunculan penyakit polio yang semakin mengkhawatirkan telah memicu perhatian serius dari berbagai pihak terkait dengan masalah kesehatan global.

Bahkan, kekhawatiran semakin meningkat dengan munculnya varian baru polio yang diyakini merupakan hasil dari evolusi virus tersebut selama berabad-abad terakhir.

Menanggapi hal ini, Profesor Dr. Phil Toetik Koesbardiati, seorang pakar Paleoantropologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), memberikan penjelasan yang penting. Menurutnya, polio bukanlah penyakit baru dalam sejarah peradaban manusia. 

"Polio sudah dikenal sejak zaman Mesir pada abad ke-16," ungkapnya.

Penelitian arkeologi juga telah mengungkap keberadaan polio dalam peradaban manusia, termasuk di Inggris abad keempat. 

"Ditemukan tanda-tanda tubuh manusia kuno yang menderita polio, seperti ketidaksimetrisan tungkai bawah dan patologi tulang punggung," tambah Profesor Toetik.

Evolusi penyakit ini tidak terlepas dari faktor-faktor seperti perubahan iklim global dan perkembangan budaya serta gaya hidup manusia dari masa ke masa. 


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini