Pertamina Ikuti Gerakan Penanaman 100 Ribu Pohon
NYALANUSANTARA, Jakarta- Guna mencapai target penurunan emisi atau Net Zero Emission Indonesia 2060, PT Pertamina (Persero) proaktif mewujudkan keberlanjutan lingkungan. Salah satunya melalui partisipasi Pertamina pada Gerakan Penanaman 100.000 Bibit Pohon, yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, gerakan penanaman bibit pohon bertujuan untuk menghijaukan Indonesia dan mendukung tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Poin 15 (Ekosistem Daratan).
Di acara tersebut, Pertamina membagikan 8.621 bibit pohon di beberapa lokasi strategis, termasuk di kawasan Thamrin-Sudirman Jakarta saat Car Free Day (CFD) 18 Februari, penghijauan di kawasan Ancol, serta lingkungan Pemerintah Provinsi DKI (Jakarta Lebih Hijau).
Selain itu, Pertamina juga menjalin kolaborasi dengan influencer dan Komunitas Penggerak Lingkungan untuk menanamkan kesadaran akan kebutuhan menjaga alam. "Kegiatan ini sekaligus bagian dari Hari Pers Nasional, kami menjalankan komitmen dalam program penanaman pohon sebagai bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Pertamina," jelas Fadjar, dalam keterangan resminya, Kamis (22/2/2024).
"Kami berharap bibit pohon yang didistribusikan bisa tumbuh subur dan pada jangka panjang dapat mengurangi emisi di Kota Jakarta," sambungnya.
Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Dian Hapsari Firasati menambahkan, terpisah dari kegiatan ini Pertamina memiliki program Hutan Pertamina, dimana hingga saat ini telah tertanam lebih dari enam juta pohon yang tersebar di Hutan Pertamina di seluruh Indonesia. Luas Hutan Pertamina secara total mencapai 629 hektar (ha), termasuk 433 ha tanaman mangrove dan 196 ha pohon daratan.
Ia mengungkapkan peran Pertamina dalam penanaman pohon bertujuan untuk mendorong target Net Zero Emission melalui pengurangan emisi di lingkungan. Aksi ini berkontribusi pada dekarbonisasi sebanyak lebih dari 120 ribu ton CO2eq/tahun serapan emisi karbon. Selain berdampak terhadap pelestarian lingkungan, program itu juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi 4.783 penerima manfaat, yakni berupa kegiatan perdagangan hasil hutan serta tempat wisata, dengan pendapatan kelompok mencapai rata-rata Rp 1,8 miliar per tahun.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Cilacap - Dalam suasana meriah, Pelaksana Tugas…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Sepanjang tahun 2023 PT Pertamina (Persero)…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepala Kanwil Kemenkum Jateng Heni…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno…
NYALANUSANTARA, Bakauheni– Hingga H+6 Lebaran 2026, sekitar 79…
NYALNUSANTARA, Jakarta– PT Pelayaran Nasional Indonesia/ PELNI (Persero)…
NYALANUSANTARA, Bandung- Pemain belakang Persib Bandung Dion Marx…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Israel menewaskan tiga jurnalis dalam serangan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Jens Raven dipastikan masuk skuad Timnas…
NYALANUSANTARA, Kebumen– Semangat silaturahmi Idulfitri 1447 H dipadukan…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pasar murah yang digelar pemerintah…
Komentar