Mahasiswa Indonesia Rayakan Festival Musim Semi China Melalui Tradisi Rakyat

Mahasiswa Indonesia Rayakan Festival Musim Semi China Melalui Tradisi Rakyat

NYALANUSANTARA, TIANJIN- Menjelang Festival Musim Semi, Museum Feng Jicai di Universitas Tianjin, yang terletak di Tianjin, Tiongkok utara, dipenuhi suasana meriah. Lampion-lampion mencapai jalan setapak yang dipenuhi tanaman merambat, sementara pertunjukan seni rakyat tradisional mengajak para pengunjung merasakan semangat perayaan yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek tersebut.

   Sejumlah mahasiswa Indonesia ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Festival Musim Semi di museum itu, termasuk menulis karakter "Fu", mengikuti kuliah budaya, serta menyaksikan pertunjukan yang diturunkan pada warisan budaya takbenda. Melalui pengalaman langsung ini, mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai festival tersebut beserta tradisi yang menyertainya.

   Angeline Carolina, mahasiswi sarjana jurusan administrasi bisnis di Universitas Tianjin, tengah merayakan Festival Musim Semi pertama di Tiongkok. Berbagai kegiatan tersebut membuat dia dapat merasakan suasana perayaan dengan lebih nyata.

   “Sebelumnya, saya mengetahui bahwa Festival Musim Semi identik dengan suasana meriah serta berpusat pada keluarga dan tradisi,” ujar Carolina. "Namun, kegiatan hari ini membantu saya benar-benar memahami makna festival tersebut."

   Sesi kaligrafi meninggalkan kesan paling mendalam padanya. Saat berlatih menulis karakter "Fu", dia merasakan ritme dan struktur karakter China itu untuk pertama kalinya.

   “Menulis 'Fu' sendiri merupakan pengalaman yang sangat istimewa,” kata Carolina. "Baru saat saya memegang kuas, saya menyadari bahwa karakter tersebut mengandung harapan akan kebahagiaan dan keberuntungan di tahun yang akan datang."

   Mahasiswa Indonesia lainnya, Jesslyn Beatrice Faustina, lebih menaruh perhatian pada makna budaya dan sejarah di balik tradisi Festival Musim Semi.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Terkini