Tiga Pekan Ramadan, BBPOM Semarang Temukan Sejumlah Produk Makanan Bermasalah
NYALANUSANTARA, Semarang - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BBPOM di Semarang terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan terhadap pusat jajanan takjil hingga toko retail di Kota Semarang selama bulan Ramadan 1447 H atau tahun 2026.
Kepala BBPOM Semarang, Rustyawati, mengatakan dalam tiga minggu terakhir pihaknya menemukan sejumlah produk bermasalah saat melakukan pemeriksaan di berbagai sarana distribusi makanan.
“Dalam tiga minggu terakhir ini kami memeriksa distributor, supermarket, retail modern maupun tradisional. Total ada 21 sarana yang kami periksa dan memang ditemukan sejumlah produk bermasalah,” ujar Rustyawati usai melakukan sidak di kawasan Tlogosari, Semarang, Kamis (13/3/2026) sore.
Ia menjelaskan, temuan tersebut meliputi produk tanpa izin edar, barang yang sudah kedaluwarsa, hingga produk dalam kondisi rusak. Barang-barang yang tidak memenuhi ketentuan tersebut langsung ditindak dengan dimusnahkan atau diminta untuk dikembalikan kepada pemasok.
“Semua temuan itu ada yang kami musnahkan dan ada juga yang kami minta untuk dikembalikan kepada supplier,” jelasnya.
BBPOM Semarang juga akan menelusuri asal-usul produk yang bermasalah tersebut, termasuk mencari tahu lokasi pabrik serta pihak yang memproduksinya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan lanjutan agar peredaran produk berbahaya bisa ditekan dan masyarakat terhindar dari risiko makanan yang mengandung zat berbahaya.
“Nanti produk-produk ini akan kami telusuri dari mana pabriknya dan siapa pemiliknya. Setelah itu akan kami pelajari dan ditindaklanjuti bersama UPT atau BPOM di wilayah tempat pabrik tersebut berada,” ungkap Rustyawati.
Selain melakukan pengawasan terhadap produk di retail, BBPOM Semarang juga melakukan pemeriksaan terhadap jajanan takjil yang dijual di berbagai pusat kuliner Ramadan. Selama tiga minggu terakhir, petugas telah mengambil dan menguji sebanyak 136 sampel makanan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 104 sampel diperiksa pada kegiatan sebelumnya, kemudian ditambah 32 sampel baru dari lokasi pengawasan terbaru. Seluruh sampel tersebut telah diuji di laboratorium BBPOM Semarang.
“Selama Ramadan ini kami sudah menguji 104 sampel dan hari ini ditambah 32 sampel, sehingga totalnya menjadi 136 sampel. Hasilnya semuanya memenuhi syarat keamanan pangan,” jelasnya.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Dede Sunandar akhirnya buka suara terkait berbagai…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sebuah museum bertema es krim di Shenyang…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pasangan selebritas Rayn Wijaya dan Ranty Maria…
NYALANUSANTARA, Kudus– Pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di tengah pesatnya hubungan ekonomi antara China…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus…
NYALANUSATARA, JAKARTA- Cinta Brian akhirnya buka suara mengenai prinsip…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata melalui Management…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau…
Komentar