Bakti Sosial RSUD Batang Periksa Kesehatan Mata dan Telinga 400 Peserta Lansia dan Pelajar SD

Bakti Sosial RSUD Batang Periksa Kesehatan Mata dan Telinga 400 Peserta Lansia dan Pelajar SD

berita.batangkab.go.id

NYALANUSANTARA, Batang - RSUD Batang kembali menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan telinga bagi 400 peserta lansia dan pelajar SD. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi minimnya perhatian terhadap kesehatan kedua indera tersebut di kalangan warga.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, terungkap bahwa 52 anak mengalami gangguan pendengaran, 215 anak mengalami gangguan penglihatan, dan 59 lansia terindikasi mengalami gangguan penglihatan yang mengarah pada katarak.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mata dan telinga, terutama di kalangan anak-anak. Ia menyatakan bahwa gangguan pendengaran dan penglihatan bisa berdampak negatif terhadap proses pembelajaran di sekolah jika tidak ditangani dengan serius.

"Mereka [anak-anak] sering kali menganggap remeh gangguan pendengaran dan penglihatan, namun jika dibiarkan, akan berdampak buruk saat kegiatan belajar mengajar di kelas," ujarnya.

Ketua IDI Cabang Batang, Muryanto, menyatakan komitmennya untuk terus mengintensifkan layanan pemeriksaan kesehatan mata dan telinga, tidak hanya pada saat ini tetapi juga di masa yang akan datang. Dia juga menegaskan bahwa layanan tersebut akan menyasar ke desa atau kecamatan yang warganya belum dapat mengikuti bakti sosial hari ini.

Dokter Spesialis THT Konsulen Linguistik, Muyassaroh, menjelaskan bahwa mayoritas anak-anak yang diperiksa memiliki sumbatan dalam telinga. Dia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin setiap tahun untuk memastikan kesehatan telinga anak-anak.

Dokter Spesialis Mata, Dera Tresna Utami, mengungkapkan bahwa mayoritas lansia mengalami gangguan penglihatan yang mengarah pada katarak, sementara pelajar SD cenderung mengalami gejala mata minus. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta perlu dirujuk ke RSUD untuk penanganan medis lebih lanjut.

Kepala SDN Karangasem 2, Nuraeni, mengapresiasi kegiatan bakti sosial tersebut karena membantu dalam mengetahui kondisi kesehatan mata dan telinga anak-anak. Dia menyatakan bahwa dari pendataan yang dilakukan guru kelas, ditemukan 5 anak yang mengalami gangguan penglihatan, yang dapat memengaruhi proses pembelajaran mereka.

Bakti sosial ini memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama anak-anak dan lansia, untuk mendapatkan perawatan kesehatan mata dan telinga secara gratis, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan kedua indera tersebut untuk kesejahteraan mereka di masa depan.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini