Rayakan Hari Bahasa Ibu Internasional 2025, BBPJT Gelar Berbagai Acara

Rayakan Hari Bahasa Ibu Internasional 2025, BBPJT Gelar Berbagai Acara

“Menurut kami sih acaranya bagus ya karena kan pameran hari ini mengenalkan bahasa daerah ya, bahasa Jawa.  Anak-anak kami yang memang notabene di rumah itu lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia menjadi lebih mengenal bahasa Jawa,” ujar Suprihatin, salah satu guru dari TK Anak Cerdas.

Suprihatin mngungkapkan bahwa pendongeng, Kak Slam, membawakan dongeng tentang monyet, kura-kura, dan gajah sangat menarik. Keseluruhan cerita berisi tentang gajah yang rajin dan monyet yang hidupnya sembarangan. Ciri khas yang menarik dari gaya bercerita Kak Slam adalah menggunakan suara-suara khas binatang serta membawa boneka jenaka yang diberi nama Nyomet. 

“Semua itu membuat para murid terkesan dan antusias dalam menyimak dongeng yang dibawakan,” tambahnya. 

Suprihatin, S.Pd. juga menyampaikan kesan terhadap cara pembawaan dongeng Kak Slam yang lebih interaktif dibandingkan ketika anak-anak mendengarkan dongeng di ruang kelas. 
“Menurut kami itu hal baru untuk anak-anak. Ketika kami mendongeng di kelas, mungkin kemampuan kami tidak sebagus Kak Slam makanya mungkin itu salah satu alasan anak-anak begitu heboh,” terangnya. 

Selain pameran, perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga diperingati dengan kegiatan lainnya, seperti siniar kebahasaan dan kesastraan yang mengundang tokoh-tokoh yang berperan dalam melestarikan bahasa Jawa serta dialog publik yang akan dilaksanakan pada acara puncak, 27 Februari 2025. 


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini