Pengungsi Suriah Pulang Kampung Setelah 10 Tahun, Dihadang Kehancuran

Pengungsi Suriah Pulang Kampung Setelah 10 Tahun, Dihadang Kehancuran

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Setelah lebih dari satu dekade tinggal di kamp pengungsian Li Ajlina di Desa Qah, Provinsi Idlib, puluhan keluarga Suriah kini kembali ke kampung halaman mereka di Tremseh, Provinsi Hama.

Pada Jumat (16/5/2025), sebanyak 100 keluarga meninggalkan kamp Qah dalam konvoi terakhir. Kamp yang dulunya dihuni oleh 400 keluarga kini hanya tersisa sekitar 30 keluarga.

"Kami sangat menderita di tenda-tenda. Kini kami pulang, tapi rumah kami hancur," kata Yasser Abu Zaid, salah satu pengungsi.

Meski konflik bersenjata mereda, kehancuran infrastruktur menjadi tantangan baru. Tidak ada rumah layak, sekolah, klinik, air bersih, atau listrik.

Kepulangan ini difasilitasi oleh inisiatif kemanusiaan yang menyediakan transportasi gratis, namun para warga berharap ada dukungan global untuk membangun kembali kehidupan yang hancur akibat perang.

"Kami berpindah dari satu kesulitan ke kesulitan lainnya," ungkap Akram Deeb al-Hussein, pengungsi lainnya.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini