PBB: Krisis Bahan Pokok di Gaza Memicu Peningkatan Penyakit yang Sebenarnya Bisa Dicegah

PBB: Krisis Bahan Pokok di Gaza Memicu Peningkatan Penyakit yang Sebenarnya Bisa Dicegah

NYALANUSANTARA, JAKARTA-  Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Kamis (26/6) mengatakan bahwa para mitra mereka yang menyalurkan bantuan kesehatan di Gaza melaporkan lonjakan penyakit yang dapat dicegah akibat kekurangan air bersih, sanitasi, dan bahan bakar.

   Dikatakan oleh OCHA bahwa dalam dua pekan terakhir, lebih dari 19.000 kasus diare air akut telah dilaporkan, berikut 200 lebih kasus sindrom penyakit kuning akut dan diare berdarah.

   "Wabah ini secara langsung terkait dengan kekurangan air bersih dan sanitasi di Gaza, menyoroti kebutuhan mendesak akan bahan bakar, pasokan medis, air, serta barang-barang kebersihan dan sanitasi untuk mencegah kolapsnya sistem kesehatan publik lebih lanjut," kata para pekerja kemanusiaan.

Para mitra juga melaporkan insiden dengan korban massal lainnya di Rumah Sakit Al Aqsa menyusul serangan udara di Deir al-Balah.

   Mereka mengatakan rumah sakit tersebut menerima lebih dari 20 jenazah dan 70 orang terluka. Pasien terluka tambahan harus dipindahkan ke Kompleks Medis Nasser dan dua fasilitas kesehatan lainnya.

   "Warga sipil di Gaza terus berguguran atau terluka setiap hari, baik akibat serangan udara Israel, penembakan artileri, atau saat berusaha mencari makanan untuk keluarga mereka," kata OCHA. "Peristiwa tragis ini tidak boleh dinormalisasi dan harus segera dihentikan."

   Di sisi positif, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pengiriman bantuan medis pertama ke Gaza sejak 2 Maret, saat Israel memberlakukan blokade penuh di wilayah tersebut. Sembilan truk yang membawa pasokan medis esensial, 2.000 unit darah, dan 1.500 unit plasma diangkut melalui perlintasan perbatasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini