Sesi ke-80 UNGA Resmi Dibuka di Kantor Pusat PBB di New York
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) resmi dibuka oleh Annalena Baerbock, presiden baru Majelis Umum PBB, di kantor pusat PBB di New York pada Selasa (9/9) sore waktu setempat.
Tema sesi ke-80 UNGA, yang memperingati 80 tahun berdirinya PBB, adalah "Bersama Lebih Baik: 80 Tahun dan Seterusnya untuk Perdamaian, Pembangunan, dan Hak Asasi Manusia" (Better Together: 80 years and more for peace, development and human rights).
"Sesi ke-80 Majelis Umum bukanlah sesi biasa," ujar Baerbock dalam pidato pembukaannya pada sidang pleno pertama sesi ke-80 UNGA.
"Delapan puluh tahun. Lebih lama dari rata-rata panjang umur manusia. Biasanya hal ini akan menjadi momen untuk dirayakan, namun apakah kita benar-benar berada dalam suasana untuk merayakannya?" tanya presiden baru UNGA tersebut.
Para orang tua di Gaza menyaksikan anak-anak mereka kelaparan, anak perempuan di Afghanistan dilarang bersekolah, wanita di Darfur menyembunyikan putri-putri mereka agar terhindar dari pemerkosaan, penduduk di Kepulauan Pasifik melihat kenaikan permukaan laut dan ombak menerjang rumah mereka, serta 808 juta warga masih terjerat kemiskinan ekstrem, urai Baerbock.
"Alih-alih merayakan, seseorang kemungkinan bertanya, di mana PBB, yang dibentuk untuk menyelamatkan kita dari neraka?" tanya Baerbock.
Kendati demikian, dunia memerlukan PBB, dan PBB tetap menjadi organisasi satu-satunya yang dapat mempertemukan setiap negara di dunia, sekaligus satu-satunya pihak yang dapat bertindak dalam lingkup global, tegasnya.
Ini merupakan tahun untuk beradaptasi, berkembang, dan membangun PBB yang kita butuhkan untuk 80 tahun ke depan, demi kehidupan anak-anak kita, ujar presiden UNGA tersebut. "Ini merupakan momen untuk menunjukkan kepada delapan miliar orang alasan organisasi ini masih relevan."
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berpidato dalam pembukaan sesi ke-80 UNGA di kantor pusat PBB di New York pada 9 September 2025. (Xinhua/Xie E)
Berpidato dalam pertemuan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyampaikan bahwa delapan dekade yang lalu, para pendiri PBB bertemu di San Francisco, Negara Bagian California, AS, dan membayangkan "sesuatu yang berbeda", sebuah badan penyelesai masalah global yang tidak hanya mampu mencegah bencana seperti perang, tetapi juga merumuskan solusi atas persoalan lama yang menghantui umat manusia, yaitu kemiskinan, kelaparan, penyakit, dan ketidaksetaraan.
Upaya tersebut, yang dibangun oleh dunia untuk dunia, dan berlandaskan nilai dan prinsip Piagam PBB, merupakan inti dari Majelis ini, tutur Guterres.
"PBB menyediakan wadah. Piagam (PBB) menyediakan instrumennya," demikian ditekankan sekjen PBB tersebut, sembari menambahkan bahwa Pakta untuk Masa Depan, yang diadopsi pada September tahun lalu, memberikan dorongan baru bagi sistem multilateral dan nilai-nilai yang telah menjadi dasar organisasi ini sejak hari pertama pembentukannya.
Guterres menegaskan bahwa piagam PBB "tidak berlaku dengan sendirinya", sembari menambahkan pada hakikatnya, hal itu menuntut negara-negara melampaui kepentingan nasional mereka dan membangun kembali kepercayaan dan keyakinan antar satu sama lain, dan juga apa yang dapat dicapai oleh komunitas internasional melalui kolaborasi dan solidaritas.
"Dan, hal itu memerlukan kesadaran bahwa, meski kita tidak dapat menyelesaikan semua persoalan di dunia di sini, kita dapat bersatu mendukung solusi yang pada akhirnya akan membawa umat manusia lebih dekat ke dunia yang lebih baik, lebih adil, lebih damai, dan setara bagi semua pihak," ujar Guterres.
Pekan tingkat tinggi PBB akan dimulai pada 22 September dan berlangsung hingga 30 September. Dalam kesempatan itu, para pemimpin dunia akan berkumpul untuk menghadiri Debat Umum dan serangkaian konferensi, termasuk Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 80 Tahun Pendirian PBB, Momen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG Moment), Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 30 Tahun Konferensi Dunia Keempat tentang Wanita, Konferensi Tingkat Tinggi Iklim, dan Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Meluncurkan Dialog Global tentang Tata Kelola AI.
Baerbock dilantik sebagai presiden sesi ke-80 dalam penutupan sesi-79 UNGA pada Selasa pagi.
Editor: Lulu
Sumber: Xinhua
Terkait
NYALANUSANTARA, Purbalingga- Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota…
Terkini
NYALANUSANTARA, PATI- Alia Bhatt kembali menegaskan bahwa keluarga adalah…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Oppo bersiap merilis ponsel flagship terbarunya, Oppo…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT Bank Mandiri Persero Tbk…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepala Kanwil Kemenkum Jateng Heni…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno…
NYALANUSANTARA, Bakauheni– Hingga H+6 Lebaran 2026, sekitar 79…
NYALNUSANTARA, Jakarta– PT Pelayaran Nasional Indonesia/ PELNI (Persero)…
NYALANUSANTARA, Bandung- Pemain belakang Persib Bandung Dion Marx…
Komentar