Dreamlight Esport Bangun Interaksi Kebersamaan Komunitas Bermotokan "I Am Gamer, I am Human"

Dreamlight Esport Bangun Interaksi Kebersamaan Komunitas Bermotokan "I Am Gamer, I am Human"

NYALANUSANTARA, Ungaran– Di tengah stigma bahwa game membuat remaja menjadi anti-sosial, Dreamlight Esport hadir dengan pendekatan berbeda. Mengusung moto "I Am Gamer, I am Human", organisasi ini tidak hanya berfokus pada kompetisi menang-kalah, tetapi juga membangun interaksi kebersamaan yang sehat dalam komunitas.

​Didirikan pada tahun 2019 oleh Eko Nugroho, MBA, Dreamlight Esport ingin "memanusiakan" para gamers. Kompetisi rutin yang digelar di studio Dreamlight Ungaran dan Semarang bukan sekadar ajang adu strategi bermain Mobile Legends atau Free Fire, melainkan wadah silaturahmi bagi ribuan pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa.

​"Visi kami adalah membangun komunitas. Kami berkolaborasi dengan berbagai komunitas di Semarang dan Kabupaten Semarang untuk menciptakan ekosistem yang positif," ungkap Eko Nugroho.

​Saat ini, kepemimpinan Dreamlight Esport dinahkodai oleh, Ezell Nugroho, dibantu oleh Bramanto Sefriady (Manager Mobile Legend) dan Ivan Hertianto (Manager Free Fire). Di tangan mereka, nilai-nilai kemanusiaan dalam gaming ini akan dibawa ke level yang lebih profesional dengan didirikannya training basecamp.

​Harapannya, para atlet binaan Dreamlight Esport kelak tidak hanya jago bermain game hingga levelo internasional, tetapi juga memiliki karakter dan jiwa sosial yang kuat sesuai moto mereka .


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini