Mentan Instruksikan Daerah Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Hadapi El Nino

Mentan Instruksikan Daerah Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Hadapi El Nino

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta seluruh kepala daerah segera mengidentifikasi wilayah pertanian yang rentan kekeringan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau akibat fenomena El Niño. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh gubernur dan bupati di Indonesia agar melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan sekaligus menyiapkan sistem peringatan dini (early warning system) yang terintegrasi. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta.

Menurut Amran, langkah pemetaan dan sistem peringatan dini sangat krusial untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kekeringan. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor, dampak terhadap produksi pertanian dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui berbagai langkah, seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, serta penyediaan sumur dangkal dan dalam. Pemanfaatan teknologi seperti pompanisasi perpipaan dan irigasi perpompaan turut diperkuat untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Strategi lainnya mencakup percepatan masa tanam menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, penyesuaian pola tanam yang lebih adaptif, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Untuk menunjang kebijakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian, seperti pompa air, traktor, hand sprayer, dan transplanter dalam jumlah besar. Sepanjang 2024–2025, tercatat sebanyak 171.000 unit alat telah disalurkan guna meningkatkan kesiapan petani menghadapi perubahan iklim.

Sementara itu, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air, termasuk irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, dan rehabilitasi jaringan tersier. Selain itu, akan ditambahkan sekitar 94.000 unit pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini